/
Senin, 24 Juli 2023 | 06:20 WIB
Bakal calon presiden Anies Baswedan (Suara.com/Rakha)

Penggiat media sosial, Lukman Simandjuntak menyoroti bursa calon wakil presiden alias  cawapres dari Anies Baswedan. Ia mencium ada bau penjegalan gaya baru dalam Pilpres 2024.

Hal ini menyusul ditolaknya tawaran untuk menjadi cawapres mantan menteri pendidikan tersebut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Partai NasDem menyebut sosok tersebut tidak berani untuk menjadi cawapres dari Anies.

Melihat ini, dirinya menilai ada skenario yang dijalankan untuk menyulitkan pencapresan dari Anies. Terbaru adalah dengan mengancam siapa saja yang berani menjadi wakil dari bakal calon presiden tersebut.

"Wajar sih, begitu maju, maka presiden konoha akan gerakkan Kejaksaan, KPK & Kepolisian untuk cari kesalahan sekecil apapun, alias di "Plate"nisasi," ujarnya seperti dilansir dari akun media sosial pribadinya pada Senin (24/7).

Spekulasi ini juga diperkuat dengan statement yang baru-baru ini diucapkan oleh Anies. Ia tak ingin wakilnya memiliki masalah dengan hukum di Indonesia.

"Jadi paham kenapa ARB ingin cawapres yang bersih catatan hukum," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPP NasDem, Effendi Choiri mengaku partainya sempat menjalin komunikasi dan menawari Khofifah. Namun, yang bersangkutan tak menerima tawaran untuk menjadi wakil dari Anies Baswedan.

"Dia enggak mau atau enggak berani," ucapnya pada Jumat (21/7).

Baca Juga: Anies Bawedan Pastikan Calon Pendampingnya harus Sesuai Kriteria

Load More