Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkap cara pegawai KPK berinisial NAR yang menaikkan uang perjalanan dinas.
Diungkap Ghufron berdasarkan audit Inspektorat KPK, pegawati tersebut memanipulasi biaya perjalanan dinas dengan menambah jumlah pegawai dalam perjalanan tersebut.
“Ada mark up-mark up, misalnya yang perjalanan dinasnya lima orang ditambah jadi enam,” kata Ghufron dalam dalam diskusi Badai di KPK, dari Korupsi, Pencabulan, hingga Perselingkuhan di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2023).
Selain itu, NAR juga diduga memanipulasi biaya dalam kwitansi perjalanan dinas hingga uang negara yang berhasil ditilapnya mencapai Rp550 juta.
Namun, terkait penggunaan uang sebesar Rp550 juta tersebut oleh NAR tidak bisa diungkap Ghufron ke publik karena sedang dalam proses penyelidikan. “Seperti biasa di proses penyelidikan mohon maaf kami belum bisa mengungkapkan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu menyebut cara yang dilakukan NAR merupakan cara korupsi paling primitif.
“Ini cara korupsi paling primitif,” ujar Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @msaid_didu pada Senin (24/7/2023).
Said Didu mencurigai korupsi dengan cara yang lebih canggih sudah terjadi di suatu lembaga di mana para pegawainya telah melakukan korupsi secara primitif.
“Kalau korupsi primitif sudah terjadi di suatu lembaga maka bisa dipastikan korupsi yang canggih sudah terjadi,” ujarnya.
Baca Juga: Puan Komentari Baju Hitam-Putih Garis-garis Ganjar Pranowo: Kita Lihat Apakah Cocok Atau Enggak
Mantan pejabat BUMN ini kemudian menceritakan suatu peristiwa saat korupsi seperti itu dilakukan di BPP (Badan Pengkajian dan Penerapan) Teknologi dan pegawai yang bersangkutan langsung dipecat oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie.
“Dulu, di BPP Teknologi, ada staf yang melakukan korupsi seperti ini dan langsung dipecat oleh Pak Habibie,” ujar Said Didu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Apakah Jalan Kaki Bisa Mengecilkan Perut Buncit? Simak Penjelasan dan Tips agar Cepat Rata
-
Ironi Kelas Menengah: Masihkah Menjadi Dokter Sebuah Mimpi yang Masuk Akal?
-
Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU
-
5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki Paling Worth Buying di 2026, Anti Pegal dan Tetap Stylish
-
Roadmap AI Indonesia 2026-2029 Segera Rampung, WAICO Jadi Pintu Kolaborasi Global
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 18 Juli 2026, Semakin Dekat dengan Keberhasilan
-
Lampaui Colony, HOPE Jadi Film Tercepat Raih 1 Juta Penonton di 2026
-
Waspada Skincare Palsu Berbahaya, Ini Ciri-Ciri Kelly Pearl Cream yang Asli
-
Iker Casillas Sebut Taktik Thomas Tuchel Bikin Inggris Jadi Pengecut di Piala Dunia 2026
-
Avatar Aang Resmi Tayang Terbatas di Bioskop demi Lolos Kualifikasi Oscar