Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan tentang perubahan yang digaungkan oleh Anies Baswedan dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Rocky menilai komentar Luhut itu sebuah sinyal ketakutan ketika Presiden Joko Widodo selesai menjabat. Ketakutan itu jelas ditujukan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Kan memang musti ada Perubahan kan Jokowi enggak mungkin berlanjut," kata Rocky dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Senin (24/7/2023).
Menurut Rocky, suksesi kepemimpinan melalui pemilihan presiden (pilpres) merupakan agenda wajib. Artinya kalau ada presiden baru maka ada kampanye dengan cara baru pula.
Dengan begitu, visi, misi, program pun otomatis berbeda dengan pemimpin sebelumnya. Salah satu cara mengetahui hal itu kata Rocky adalah dengan debat presiden sehingga merupakan agenda yang cukup penting disajikan kepada publik.
"Nah kalau Pak Luhut bilang enggak ada yang berubah, enggak usah debat presiden dong," tuturnya.
Ia juga menyoroti hal-hal yang tidak mungkin berubah meskipun Jokowi lengser, atau bahkan selamanya, yaitu konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Pancasila.
"Yang nggak mungkin berubah adalah konstitusi, yang nggak mungkin berubah adalah NKRI, yang nggak mungkin berubah adalah Pancasila," ungkapnya.
Dosen ilmu filsafat ini juga mengatakan ada situasi politik yang harus diperhatikan kandidat capres seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, sehingga arah dalam politik akan ada perubahan.
"Di bawah itu semuanya adalah turunan yang mengikuti situasi politik, situasi termasuk akalan anggaran, situasi politik global, situasi protes milenial soal lingkungan hidup, kan semua itu mesti dipantau oleh kandidat presiden," pungkas Rocky.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: PAN Resmi Gabung Koalisi Perubahan, Zulhas Pastikan Seluruh Kadernya akan Menangkan Anies Baswedan
-
CEK FAKTA: Terkait Kasus Korupsi dan TPPU, Jokowi Bersama Gibran dan Kaesang akan Diperiksa KPK
-
Soal Kekhawatiran Ada Perubahan Pasca Pemilu 2024, Musni Umar Yakin Anies Baswedan Tak akan Lakukan Politik Bumi Hangus
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123