Entertainment / Gosip
Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:16 WIB
Mahasiswa Indonesia di Malaysia dikasihani warga lokal karena makan satu es krim berdua (Ilustrasi/Pixabay/stevepb)
Baca 10 detik
  • Seorang mahasiswa Indonesia di Malaysia dikasihani dan diberi es krim gratis oleh warga lokal karena dikira sedang berhemat akibat ekonomi negaranya susah.
  • Kisah yang dibagikan di platform Threads ini viral dan memicu diskusi warganet mengenai stereotip terhadap kondisi ekonomi serta kesejahteraan WNI di luar negeri.
  • Sejumlah warganet turut membagikan pengalaman miris serupa, mulai dari mendapat diskon khusus di Singapura hingga pandangan rendah yang sering diterima WNI di Malaysia.

Suara.com - Sebuah kisah unik sekaligus menggelitik dibagikan oleh seorang pengguna platform Threads dengan akun @iyostini pada Kamis, 11 Juni 2026.

Putrinya yang sedang menempuh kuliah di Kuala Lumpur, Malaysia, menceritakan pengalamannya dikasihani oleh warga lokal hanya karena kedapatan berbagi satu es krim berdua dengan temannya di sebuah minimarket.

Kejadian bermula saat mahasiswa tersebut dan rekannya memutuskan membeli satu es krim berukuran cukup besar untuk dinikmati bersama selepas makan siang di kantin kampus.

Namun, aktivitas santai mereka menarik perhatian seorang warga lokal yang terus memperhatikan mereka.

"Dia (warga Malaysia) deketin kita terus nanya. 'You pelajar?', 'Ya.', 'asal mana?', 'Jakarta. Dia langsung bilang, 'Oh... kesian negara awak, ekonomi tengah susah ya'," tulis akun @iyostini menceritakan dialog putrinya.

Warga lokal tersebut sempat pergi sejenak, namun tak lama kemudian kembali dengan membawa satu es krim baru yang masih tersegel.

"Ini buat awak," ujarnya seraya memberikan es krim tersebut secara cuma-cuma sebagai bentuk belas kasihan.

Meskipun merasa lucu dan heran, mahasiswa tersebut menerima pemberian tersebut dengan senang hati karena menyadari niat baik sang warga lokal yang mengira mereka sedang berhemat.

Unggahan tersebut langsung viral dan memicu diskusi di kalangan warganet mengenai bagaimana citra ekonomi dan kesejahteraan warga negara Indonesia (WNI) dipandang oleh negara-negara tetangga.

Baca Juga: Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit

"Antara lucu dan gemas sih kak, se-miskin itu kah negara kita di pandang mereka ? Tapi sekarang ini iya lagi hahaha," tulis pemilik akun @iyostini menanggapi komentar warganet.

Beberapa warganet juga menceritakan pengalaman serupa yang tidak kalah miris saat berada di luar negeri.

Dalam situs resmi Bank Indonesia tercatat kurs jual rupiah melemah, bahkan pada siang hari ini kurs jual rupiah mencapai level Rp 15.002 per dolar AS.[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Salah satu pengguna menceritakan pengalaman suaminya di Changi, Singapura, yang mendapatkan diskon khusus setelah menunjukkan paspor Indonesia.

"Penjaga toko berkata, 'you bawa paspor Indonesia kuberi diskon 25 persen, karena i know ekonomi negaramu sedang tidak baik'. Pertamanya beliau senang namun sekaligus merasa miris... betapa negara kita yang sejatinya kaya dianggap miskin sampai ada diskon khusus utk WNI," curhat akun @meg***.

Warganet lain juga menambahkan keluhannya mengenai pandangan stereotip terhadap pekerja Indonesia di Malaysia.

"Di Malaysia, saya tak pernah mengaku kalau WNI. Sebab akan dipandang rendah... Kalau WNI datang ke Malaysia selalunya jadi pembantu," tulis akun @kha***.

Load More