Ekonom senior INDEF Profesor Bustanul Arifin mengatakan kemiskinan turun ketika ketimpangan semakin naik. Data kaum miskin ini pun masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa sebanyak. 52,59%.
Menurut Prof Bustanul, ketimpangan terjadi disebabkan karakter pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak berkualitas.
"Ada dominasi sektor non tradable terutama jasa yang tidak dapat dijangkau oleh lapisan bawah. Dibanding dengan sektor pertanian dan manufaktur," kata Prof Bustanul melalui paparannya dalam diskusi daring, dikutip Liberte Suara, Rabu (26/7/2023).
Selain itu juga karena soal pemerataan pemilikan lahan yang memburuk. Petani berlahan sempit meningkat 54% per tahun.
“Akses terhadap faktor produksi dan sumberdaya terbatas, buruknya infratruktur ekonomi dan sumber daya produksi. Policy pemerintah yang tidak efektif, misal subsidi pangan, subsidi pendidikan, dan pupuk,” jelas sang profesor.
Ketimpangan memburuk, gini rasio juga memburuk menjadi 0,388 pada Maret 2023.
Penguasaan lahan oleh petani kita sangat tidak merata. Petani Indonesia hanya punya 0,2 hektare kepemilikan lahan.
“Artinya 10 kali lebih rendah dari kepemilikan lahan oleh petani di Jepang yang 2.0 hektare. Di Amerika Serikat 900 kali lebih rendah, di USA kepemilikan lahan petani 106,9 hektare per petani. Dan di Inggris 15.000 kali lebih rendah yakni 3068,4 hektare kepemilikan,” pungkas Prof Bustanul.
Baca Juga: Erick Thohir Bantah PSSI Berpolitik Praktis di Hajatan Piala Dunia U-17
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kabar Duka, Muhammad Imam Muslimin 'Yai Mim' Meninggal Dunia
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna
-
Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul
-
Groundbreaking JLKT dan Peresmian Air Bersih, Khofifah Wujudkan Bromo Aman dan Berkelanjutan
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"
-
Kelakuan Bejat Mahasiswa Untirta: Tak Hanya Rekam Dosen di Toilet, Pernah Beraksi di SPBU
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
Holding Ultra Mikro BRI Solidkan Sinergi, Perluas Akses dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan