Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan dirinya mendapat surat dari FIFA di mana salah satu poinnya terkait stadion untuk gelaran Piala Dunia U-17, salah satunya Jakarta International Stadium (JIS).
Menurut Erick, FIFA akan datang ke Indonesia pada Sabtu (28/7/2023) malam untuk melakukan pengecekan terhadap calon venue Piala Dunia U-17 2023.
Adapun pengecekan berupa kesiapan venue, kualitas lapangan, team service, dan sebagainya. Pengecekan sendiri akan dilakukan pada Minggu (29/7/2023).
“Khususnya renovasi lapangan baru yang kita usulkan seperti JIS jangan jadi polemik lagi ya,” ujar Erick dalam sesi konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (25/7/2023) petang WIB, dikutip dari Suara.com
“Di sini FIFA bilang soal rumput hybrid salah satunya memang harus diperbaiki karena jika tidak akan jadi masala dan makanya harus diganti. Dari FIFA catatannya adalah JIS yang diprioritaskan,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti FIFA yang akhirnya menyatakan bahwa JIS perlu direnovasi.
“Akhirnya FIFA bahkan menyatakan sendiri bahwa JIS memang perlu DIRENOVASI,” ujar Jhon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Miduk17 pada Rabu (26/7/2023).
Jhon kemudian mengungkit JIS dipenuhi masalah sejak awal diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Sejak dulu JIS memang penuh MASALAH. Mulai dari pembatas AMBRUK, SOUND yang JELEK, Aksesibilitas yang MINIM, trasportasi publik terbatas hingga RUMPUT standar KABUPATEN,” ujarnya.
Baca Juga: Niat Puasa Asyura di Malam Hari dan Saat Terbit Fajar
Menurutnya, tujuan dibangunnya JIS yaitu sebagai tempat ibadah. “JIS memang dibangun untuk tempat ibadah,” tuturnya.
Sementara itu, Anies Baswedan yang sedang berada di Tanah Suci ketika JIS berpolemik sempat memberikan pesannya terkait polemik JIS kepada Politisi PKS Mardani Ali Sera.
Melalui Mardani, Anies mengatakan bahwa JIS bukan lah miliknya melainkan milik bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seandainya pemerintah ingin merenovasi JIS untuk tujuan kebaikan di masa mendatang, maka Anies mempersilahkannya.
“Mas Anies Baswedan bilang JIS bukan miliknya, tapi milik bangsa Indonesia karya anak bangsa. Jika mau direnovasi monggo,” ujar Mardani, di akun Twitter @MardaniAliSera pada Kamis (6/7/2023).
Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar tidak terburu-buru dan menghakimi bahwa JIS tidak memenuhi standar FIFA.
“Namun ojo kesusu & menghakimi, biarkan FIFA yg menilai. Setorkan aja 6 stadion RI, lalu cek apa rekomendasinya, jika harus ada perbaikan maka ikuti saja,” ujar Mardani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Willy Dozan Akui Tak Bisa Lagi Lakukan Adegan Ekstrem, Ada Pengapuran di Kaki
-
Tembus Langsung ke Parung Tanpa Lewat Sentul, Proyek Flyover Bomang Mulai Digarap 2027
-
5 Poin Penting Kasus Pencemaran Asam Nitrat PT Vopak Terminal Merak yang Bikin Geger Cilegon
-
Setelah Penantian 12 Tahun, Akhirnya Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki