Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Fahri Hamzah menjadi bulan-bulanan warganet usai dirinya kembali bersuara terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini soal Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Hal ini terjadi usai dirinya mengatakan bahwa konsep dari hal tersebut adalah sesuatu yang membingungkan dan tidak jelas dasarnya. Ia mengatakan bahwa manuver ini pantas untuk mendapatkan sejumlah kritik dari elite pemerintahan di Indonesia.
"Bagaimana bisa sebuah kegiatan yang dalam terminologi awalnya adalah sebuah pengungkapan tidak tidak tidak disengaja atau tida-tida, sehingga dalam bahasa aslinya setelah saya tanya kepada banyak ahli disebut sebagai “kedapatan atau tertangkap tangan” (heterdaad)," cuitnya seperti dilansir pada Senin (31/7).
Unggahan ini viral dalam media sosial. Warganet balik memberikan kritik kepada Fahri. Mereka kebanyakan menilah bahwa yang terpenting adalah hasil dari OTT KPK. Yakni tetangkapnya pelaku kejahatan yang kedapatan melakukan korupsi di Indonesia.
"Ini yang buat rakyat tak suka politisi di indonesia. Awal puji-puji bahwa kpk sekarang sdh ok kata dia, giliran beda momen saya sudah nulis byk tentang ini, sadar ga sih dia itu pernah puji-puji rezim kpk saat ini," balas dari @decd1
"Bung sulit mengerti dan susah menjelaskan. Tapi faktanya kegiatan niat jahat under cover itu ada, itu dilakukan para pejabat. Masalahnya bung tampak begitu mengabaikan fakta adanya kegiatan ini, makanya apa yg bung sampaikan tampak aneh," ungkap dari @79Rtb
"Setahu saya kalau dalam konteks operasi pemberantasan narkoba tidak ada yang namanya "Undercover Selling" karena itu hanya berpeluang untuk menjebak org yang tdk bersalah. Sebaliknya yg ada hanyalah "Undercover Buying"," jelas dari @SofaValentinus
"Halah... dulu koar koar mau membubarkan kpk . Kadang mendukung. Ini orang tidak konsisten. Dasar politisi. Betul kata pak SD. Sisakan sedikit ruang ketidak percayaan pada politisi," tutur dari @Denish234
Baca Juga: Mulai Buka e-Commerce di AS, Begini Cara TikTok Pasok Barang Asal China
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
WFH Tiap Jumat di Mataram Resmi Berlaku, Wali Kota: Jangan Ada yang Malas-malasan!
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Prabowo Beri Kejutan Ulang Tahun Seskab Teddy di Paris, Netizen: Berasa Drama Kerajaan
-
Novel Berburu NIP: Perjuangan Mengejar Angka di Balik Seragam Cokelat
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
BRI Salurkan Bantuan Sembako bagi Korban Banjir Lebong Secara Langsung
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan