Kader Politikus Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyoroti adanya ekstrakurikuler menembak dengan airsoft gun yang coba diajarkan di Ponpes Baitul Qur'an Al Jahra Magetan
Dirinya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan budaya kekerasan, tak pantas diajarkan kepada generasi muda yang seharusnya fokus untuk belajar demi menata masa depan dari Indonesia.
Menurutnya, tak ada urgensi juga jenis ekstrakulikuler tersebut diajarkan dalam sekolah, apalagi tak ada ancaman serius untuk tanah air dari negara tetangga seperti perang.
"Di sebuah pondok pesantren magetan para santriwati terlihat memegang senjata laras panjang tipe airsoft gun. Kenapa budaya kekerasan diajarkan? Mau perang lawan siapa?" ucapnya seperti dilansir pada Senin (31/7).
Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al Jahra Magetan Isgianto menjelaskan santriwati yang viral memang airsoft gun itu adalah peserta simulasi ekstrakurikuler baru. Simulasi dilakukan saat MPLS.
Karena viral dan mendapatkan protes dari sejumlah kalangan, kegiatan menembak yang akan dijadikan ekstrakurikuler itu dibatalkan karena adanya saran dari pihak Polres Magetan.
"Juga atas saran dari pihak berwajib disuruh tidak melakukan kegiatan ekstrakurikuler menembak," papar dari Isgianto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123