/
Senin, 31 Juli 2023 | 23:59 WIB
Rocky Gerung (Suara.com/Ikhsan)

Lembaga survei dari Australia mengungkapkan calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan memiliki elektabilitas yang terus naik.

Pengamat politik Rocky Gerung merespons publikasi Utting Research dengan mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo semakin gerah. 

Ia juga memprediksi Presiden akan segera memanggil Anies jika situasi dan kondisi yang tidak diinginkan oleh Jokowi semakin bertahan.

“Yang jelas, Jokowi melihat keadaan ini dia pasti makin gerah. Sekarang kita mau lihat, kalau Jokowi akhirnya tahu bahwa Anies diam-diam itu creeping atau merangkak menuju pilpres, Jokowi pasti bakal undang dia menuju Istana,” kata Rocky dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Senin (31/7/2023).

Sayangnya, ujar Rocky, tindakan Jokowi malah berpotensi membuat Anies perlahan menguat elektabilitasnya.

Lebih lanjut, gejolak politik yang terjadi karena Jokowi, menurut Rocky Gerung, nantinya bisa berdampak terhadap situasi ekonomi negara dan berpotensi berpengaruh terhadap pasar rupiah nanti.

“Ini sebetulnya yang kita mau terangkan, ini semua terjadi karena satu faktor, yaitu psikologi Jokowi yang tidak tenang. Udah itu aja. Dan ketidaktenangan itu dibaca oleh investor asing,” ujar Rocky.

Selain investor, Rocky juga mengungkapkan kalau tidak hanya investor saja yang sedang memantau keadaan politik Indonesia. Badan intelijen seperti dari China atau dari Amerika Serikat juga dianggapnya mengetahui kondisi politik Indonesia saat ini.

“Intelijen China, intelijen Amerika, mereka melihat bahwa ‘boleh nggak digoyang nih melalui rupiah’. Kan permainan semacam itu yang dicintai oleh financial market sekaligus intelijen community di sekitar Asia Pasifik,” pungkas Rocky.

Baca Juga: Akui Sungkan Hadiri Acara Penting Anak Bambang-Halimah, Mayangsari dan Halimah Belum Akur?

Load More