- Dwi Sudarmadi menerima bantuan permodalan Kredit Program Perumahan dari BRI sebesar Rp5 miliar di Bantul, Juli 2026.
- Program pemerintah ini memberikan bunga rendah sebesar 6 persen untuk membantu pelaku UMKM sektor perumahan berkembang.
- Pemilik toko bangunan asal Klaten tersebut terpilih karena memiliki rekam jejak bisnis yang baik dan tertib.
Suara.com - Kamis, 5 Juli 2026, menjadi hari yang tidak terduga bagi Dwi Sudarmadi, seorang pemilik toko bahan bangunan asal Klaten, Jawa Tengah. Ia mendadak mendapat kabar bahwa dirinya terpilih sebagai penerima bantuan permodalan melalui program Kredit Program Perumahan (KPP) dalam acara yang diselenggarakan di Gelora Prapto Srimulyo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
KPP merupakan program yang diinisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggandeng sejumlah perbankan, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kemudian, juga ada BP Tapera dan pemerintah daerah seperti DIY.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan rumah subsidi, tetapi juga mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perumahan, mulai dari pengembang (developer), kontraktor, arsitek, hingga toko bahan bangunan untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Dwi menjadi salah satu nasabah pelaku usaha yang terpilih dari BRI Regional Office Yogyakarta. Pria asal Klaten itu memperoleh fasilitas KPP dari BRI berupa pinjaman modal senilai Rp5 miliar dengan bunga cicilan hanya 6 persen.
Menurutnya, angka tersebut sangat ringan dan menjadi keuntungan besar bagi pelaku usaha.
"Jujur saja secara bunga itu sangat ringan sekali. Sangat terbantu. Setau saya dengan bunga senilai itu dibanding pinjaman yang umum selisih banyak. Misal biasa itu 12 persen, ini ketemunya hanya 6 persen," kata Dwi.
"Bunganya rendah sekali. Kalau buat orang usaha sangat membantu," sambungnya.
Menariknya, Dwi mengaku tidak mengetahui alasan bagaimana dirinya bisa dipilih oleh BRI sebagai penerima program tersebut. Ia bahkan sempat tidak menyangka juga karena informasinya cukup mendadak.
"Terus terang tidak terduga. Maksud saya, ini benar atau enggak. Dadakan kayak gitu. Prosesnya cepat dan gampang sekali. Saya tidak menduga kalau benar serius terjadi," ungkap pria 54 tahun itu.
Baca Juga: Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?
Menurutnya, BRI kemungkinan memilih dirinya karena hubungan bisnis kedua pihak yang sudah terjalin sejak lama. Kemudian, semasa memiliki pinjaman, dirinya juga tidak pernah bermasalah atau menunggak.
"Saya sendiri nggak tahu ya. Mungkin itu kebijakan BRI Klaten. Nggak tau kok yang dipilih saya. Saya mungkin hanya salah satu nasabah dari Klaten. Secara detailnya saya tidak tahu," kata Dwi.
Di sisi lain, toko bangunan milik Dwi juga terus berkembang, dengan memiliki tiga toko dan satu gudang yang besar di Klaten, yang dikenal dengan nama TB Bersinar Jaya dan TB Dwi Jaya.
Saat ini, dirinya juga menjadi penyuplai bahan-bahan bangunan untuk puluhan developer perumahan subdisi di wilayahnya.
"BRI itu saya kira punya penilian sendiri. Kayak track record karena kami punya hubungan sudah lama sekali, sudah puluhan tahun," ujar Dwi.
"Sejak saat itu, pernah ajukan kredit piutang juga, tapi angsuran apa saya tertib tidak pernah ada masalah. Mungkin itu salah atu penilaian juga. Usaha saya juga secara keberlanjutan secara grafik naik," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?
-
Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027
-
Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia
-
Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi
-
Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
-
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat
-
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket