Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terus menjadi perhatian karena sikapnya yang tegas soal setiap kadernya merupakan petugas dari PDIP.
Ucapannya tersebut ada benarnya, namun warganet justru kesal terhadap hal tersebut. Banyak yang menilai bahwa cap tersebut justru malah merendahkan jagoan partai yang berlambang kepala banteng tersebut.
Joko Widodo alias Jokowi yang merupakan presiden dan Ganjar Pranowo yang merupakan gubernur, warganet menilai cap petugas partai memberikan kesan bahwa keduanya hanya melayani sosok dari Megawati.
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando misalnya yang memohon agar cap petugas partai dihentikan oleh Megawati. Hal ini karena dapat mempengaruhi suara dari Ganjar di Pilpres 2024.
"Bu Megawati, kami mohoooon jangan sebut lagi Presiden Jokowi petugas partai," ucapnya seperti dilansir pada Selasa (1/8).
Warganet lain justru lebih tajam lagi, mereka menilai bahwa tanpa sosok jagoan yang dicap petugas partai (Jokowi dan Ganjar), PDIP bukanlah partai yang besar dalam benak masyarakat dari Indonesia.
"PDIP kalau bukan karena Pak Jokowi paling cuman jadi partai yang tiap BBM naik sedikit demo... udah bang saya harap PSI berlabuh ke koalisi Gerindra biar kapok itu PDIP," ucap dari @PaijoBamba62024
"Tidak usah pada adu domba, saling membenci. Tidak akan ada akhirnya. Bisa-bisa seperti ini akan jadi Laten suatu saat muncul dalam bentuk lain tetapi konteks nya sama," balas dari @SudarsonoSoleh
"Terima kasih pak sdh mewakili masyarakat yang kurang nyaman selama ini apapun siapapun beliau adalah President yang tetap perlu di hormati," cuit dari @EllenPso
"Megawati kan merasa dirinya lebih tinggi dari presiden (apalagi jika presidennya kader PDIP), inginnya masih bisa menjadikan presiden sebagai boneka mainannya, tidak menyadari bhwa usia sudah lanjut," tutur dari @yudo_puspo
Baca Juga: Sisi Gelap PIK 2 Disebut Pemisah Kelas Ekonomi Berjarak Tembok Tinggi: Seperti Dua Dunia Berbeda
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN