Penggiat Media Sosial, Eko Kuntadhi baru-baru ini memberikan kritikan menohok terkait dengan manuver politik yang bersumber dari orang lain, misalnya seperti arahan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Dirinya mengungkit bahwa sebaiknya pilihan politik datang dan berasal dari hati, bukan berasal dari arahan maupun perintah orang lain. Ini ditegaskannya lewat media sosial.
"Apapun keputusan politik saya, ya karena saya sendiri. Bukan karena arahan dari orang," tegasnya seperti yang dilansir dari @ekokuntadhi1 pada Jumat (4/8).
Relawan Ganjar Pranowo ini mengatakan pihak yang tak bisa memutuskan arah politiknya sendiri sudah dapat dikatakan tak bisa berpikir untuk masa depannya sendiri apalagi negara dari Indonesia. Tentu hal ini harus menjadi perhatian sejumlah elite politik dalam negeri.
"Menunggu arahan dalam menentukan pilihan politik, sama saja bilang, saya gak punya otak. Gak bisa mikir sendiri. Nunggu orang lain yg mikir," jelasnya.
Manuver ini sendiri telah sering digunakan oleh sejumlah pihak salah satunya adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai tersebut mengaku bahwa mereka tegak lurus dengan arahan dari Jokowi. Hal ini terkait dengan siapa yang akan menjadi jagoan mereka dalam Pilpres 2024.
Presiden Jokowi bagi partai tersebut dinilai sebagai sosok yang bekerja untuk negara dan masyarakatnya tanpa pamrih, tak heran partai ini begitu mengagumi sosok dari mantan wali kota tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Apa Perbedaan AC dan Air Cooler? Kenali Sebelum Membeli Pendingin Ruangan
-
Misteri Hantu dari Tumpukan Sampah Desa Changnan
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes
-
Resmi Debut Solo, Evan Ungkap Dedikasi dan Janji Setia di Lagu Ride or Die
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!
-
Prabowo Resmikan Jalan Daerah Sepanjang 1.151 KM di Seluruh Indonesia