/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 11:31 WIB
Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon. (Suara.com/Rakha)

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon buka suara terkait dengan polemik seputar dengan Anies Baswedan. Kali ini terkait dengan jagoan mereka yang dilabeli sebagai imah mahdi untuk Indonesia.

Jansen buka-bukaan mengatakan dirinya tidak paham terkait hal seperti itu, namun dalam memilih pemimpin negeri haruslah ada sejumlah kriteria yang dipenuhi oleh sosok tersebut seperti punya gagasan hingga solusi untuk sejumlah masalah yang akan dihadapi.

Oleh karenanya, politikus ini mendorong setiap individu untuk menilai seorang pemimpin lewat parameter yang terukur dan bukan parameter yang abstrak dan sukar untuk dinilai secara objektif.

"Kita pakai “parameter dunia” sajalah, yg terukur, terlihat dan bisa dinilai. Tidak perlu pakai “parameter langit” segala-lah dgn berbagai istilah dan julukan yg aneh-aneh," ungkapnya lewat akun medsos pribadinya seperti dilansir pada Selasa (8/8).

Ia mengatakan bahwa title atau labeling seperti titisa imam mahdi tidak bisa dibuktikan dengan mudah. Ia menyindir pihak yang justru malah menjual hal-hal seperti ini kepada masyarakat dari Indonesia.

"Titisan dewalah, titisan inilah dll, Titisan imam inilah, imam itulah dll yg tidak bisa di verifikasi. Seperti tidak ada lagi saja yang bisa dijual dari kandidat yg kita dukung itu," tegasnya.

Jansen mengatakan lebih baik hal tersebut dilarang karena tak memberikan manfaat yang nyata untuk negara. Masyarakat butuh solusi dan bukan title belaka.

Load More