Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon buka suara terkait dengan polemik seputar dengan Anies Baswedan. Kali ini terkait dengan jagoan mereka yang dilabeli sebagai imah mahdi untuk Indonesia.
Jansen buka-bukaan mengatakan dirinya tidak paham terkait hal seperti itu, namun dalam memilih pemimpin negeri haruslah ada sejumlah kriteria yang dipenuhi oleh sosok tersebut seperti punya gagasan hingga solusi untuk sejumlah masalah yang akan dihadapi.
Oleh karenanya, politikus ini mendorong setiap individu untuk menilai seorang pemimpin lewat parameter yang terukur dan bukan parameter yang abstrak dan sukar untuk dinilai secara objektif.
"Kita pakai “parameter dunia” sajalah, yg terukur, terlihat dan bisa dinilai. Tidak perlu pakai “parameter langit” segala-lah dgn berbagai istilah dan julukan yg aneh-aneh," ungkapnya lewat akun medsos pribadinya seperti dilansir pada Selasa (8/8).
Ia mengatakan bahwa title atau labeling seperti titisa imam mahdi tidak bisa dibuktikan dengan mudah. Ia menyindir pihak yang justru malah menjual hal-hal seperti ini kepada masyarakat dari Indonesia.
"Titisan dewalah, titisan inilah dll, Titisan imam inilah, imam itulah dll yg tidak bisa di verifikasi. Seperti tidak ada lagi saja yang bisa dijual dari kandidat yg kita dukung itu," tegasnya.
Jansen mengatakan lebih baik hal tersebut dilarang karena tak memberikan manfaat yang nyata untuk negara. Masyarakat butuh solusi dan bukan title belaka.
Berita Terkait
-
Safari Politik Anies Baswedan di Jabar Tawarkan Perubahan: Mau Diteruskan Sulitnya?
-
Nirwan Ahmad Arsuka Wafat, Anies Baswedan Kenang Diskusinya Soal Arah Pembangunan saat di Bangku Kuliah
-
Soal Penentuan Cawapres Anies Bikin Demokrat Ribut Lawan NasDem, Jubir: Itu Dinamika, Pada Dasarnya Satu Arah Juang
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung