/
Selasa, 15 Agustus 2023 | 09:02 WIB
Anies Baswedan, AHY dan Yenny Wahid di Djakarta Theater, Kamis (10/8/2023). (Suara.com/Novian)

Calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan hingga kini belum mengumumkan nama calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya. 

Padahal, sejumlah nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gatot Nurmantyo, dan Khofifah Indar Parawansa muncul sebagai cawapres Anies di pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Namun, yang terbaru, hanya nama AHY yang bertahan sebagai kandidat cawapres untuk Anies lantaran punya sejumlah keunggulan seperti memiliki partai, sebagai ketua umum, dan punya elektabilitas bagus.

Hal ini membuat pengamat politik Refly Harun tampak ragu dengan klaim Koalisi Perubahan yang menyebut AHY kandidat tunggal cawapres 2024. Itu karena dua partai di internal koalisi masih terlibat debat.

"Belakangan nama AHY menguat tetapi kita tidak tahu apakah betul-betul hanya AHY saja. Dan kelihatannya memang terjadi debat, sindir-menyindir yang seru antara kubu NasDem dan kubu Demokrat," kata Refly di kanal YouTube-nya, dikutip Liberte Suara, Selasa (15/8/2023).

Pakar hukum tata negara itu kemudian membandingkan AHY dengan tiga bakal cawapres dari pihak Istana yang tengah moncer. 

"Selain itu yang moncer itu justru wakil presiden dari kubu Istana yang terlihat tinggi nilainya, Ridwan Kamil, Sandiaga Salahuddin Uno, kemudian Erick Thohir," jelasnya.

Refly menyebut, Anies tidak akan mungkin mengambil salah satu dari mereka lantaran ketiga tokoh politik itu sudah dipersepsikan sebagai kubu Istana.

Baca Juga: Dokter Richard Tak Berharap FA Kembalikan Bantuan Sebesar Rp40 Juta darinya: Aku Tahu Dia Enggak Punya Duit

Load More