Penggiat Media Sosial, Eko Widodo menyoroti manuver politik dari Budiman Sudjatmiko. Politikus itu baru-baru ini menyatakan dukung sosok dari Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Efeknya adalah aktivis tersebut dicap sebagai orang tak punya pendirian bahkan pengkhianat karena tak patuh terhadap ketentuan tegak lurus yang dimiliki oleh PDI Perjuangan (PDIP).
Namun Eko menyoroti bahwa manuver semacam ini pernah dilakukan oleh partai tersebut bahkan salah satunya saat terjadi dalam pilpres tahun sebelumnya yang menghadirkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto.
Saat itu, politikus senior tersebut bukannya dicap sebagai pengkhianat, ia malah mendapatkan pujian bahkan dinilai sebagai negarawan karena bisa mengesampingkan jejak sejarah gelap antara dirinya dengan sosok yang dicap lekat dengan orde baru.
"Megawati ketika bergabung dengan Prabowo disebut negarawan, giliran Budiman disebut pengkhianat. Standar ganda," ungkap dari @ekowboy2 seperti dilansir pada Senin (21/8).
Ini berbeda dengan nasib yang dimiliki Budiman. Ia kini bahkan harus menghadapi ancaman pemecatan yang dapat dilakukan oleh PDIP.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto misalnya tegas mengatakan pihaknya akan segera mengumumkan sanksi kepada salah satu kadernya, Budiman Sudjatmiko buntut deklarasi dukungannya kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
"Partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan," kata dia dalam keterangannya, Minggu (20/8).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Xiaomi Smart Band 10 Pro Segera Meluncur, Bisa Kontrol iPhone dan Sinkron ke Apple Health
-
Prakiraan Cuaca Sabtu: Semarang dan Seluruh Wilayah Jawa Tengah Diguyur Hujan Ringan Merata
-
Hadirkan Varian Baru, BYD Atto 1 Pertahankan Predikat Mobil Listrik Murah
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Rayakan Ulang Tahun ke-50, Franchise Gundam Wing Siapkan Proyek Visual Baru
-
Terungkap Belasan Ribu Alumni SMA-SMK Negeri di Riau Belum Ambil Ijazahnya
-
RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Mask Girl: Ketika Standar Cantik Melahirkan Luka dan Kekerasan
-
Terpopuler: 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Anti Luntur, Ragam Facial Wash Murah Viva