Menjelang pemilu 2024, Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta jajarannya menunda memeriksa capres, cawapres, dan caleg kalau ada kasus hukumnya. Hal ini untuk mencegah Kejaksaan Agung dijadikan alat politik.
Jaksa Agung mengatakan arahan itu dilakukan untuk mengantisipasi dipergunakannya proses penegakan hukum sebagai alat politik praktis oleh pihak-pihak tertentu. Tapi sikap Jaksa Agung tersebut mendapat kritikan dari pakar hukum Abdul Ficar Hadjar.
Menurutnya tidak semestinya proses hukum ditunda termasuk karena menjelang pemilu. “Indikasi bahwa memang penegakan hukum bergantung pada faktor lain yaitu kekuasaan lain yaitu kekuasaan politik. Penundaan ini bisa ditafsirkan sebagai intervensi kekuatan politik terhadap penegakan hukum. Seharusnya penegakan hukum tidak dipengaruhi faktor apapun sekalipun faktor politik,” tegas Ficar di Jakarta, Selasa (22/8).
Sebelumnya Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan penundaan dilakukan guna menghindari politisasi terhadap kasus hukum dan menimbulkan kegaduhan. “Seringkali kalau ada pemilu itu para calon sering dikriminalisasi oleh laporan-laporan yang kemudian sering tidak terbukti. Sehingga dia sudah terlanjur jatuh namanya dan tidak terpilih bahkan tidak berani mendaftar juga. Sekarang Kejaksaan Agung kembali mengumumkan kebijakannya untuk pencalonan yang terkait pemilu kasus-kasus korupsi supaya ditunda dulu sampai pemilu selesai,”Ucap Mahfud.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Sinopsis Avatar The Last Airbender Season 2, Misi Baru Aang ke Ba Sing Se
-
Herman Deru Ingin Tanjung Carat Jadi Gerbang Ekspor Baru, Truk Tak Lagi Padati Kota Palembang
-
Hera eks ART Diduga Bagikan Foto Anak-Anak Erin Taulany di FB Pro, Biar Dapat Cuan
-
KAI Pastikan Operasional Kereta di Sumut Tetap Normal Meski Listrik Padam
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Menyelami Kisah Adik dan Tante Kun di Novel Wingit
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Ulasan Film Hokum: Teror Supernatural di Penginapan Irlandia yang Mencekam!
-
Pengusaha Tiongkok Makin Lirik Sumsel, Cik Ujang Promosikan Tanjung Carat
-
Alasan Mengapa Banyak Orang Selalu Menantikan Arigato Indonesia Setiap Tahun