/
Kamis, 31 Agustus 2023 | 17:50 WIB
Prabowo Subianto ; Airlangga Hartarto ; Zulkifli Hasan ; Muhaimin Iskandar (Suara.com/Alfian Winanto)

Usai bakal calon presiden Prabowo Subianto mengumumkan nama Koalisi Indonesia Maju, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan pengumuman nama koalisi itu tidak melalui diskusi. Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut belum tentu mendukung penuh Prabowo Subianto jika posisi calon wakil presiden tidak diberikan kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Ultimatum itu disampaikan karena partai Gerindra dan PKB sudah memiliki kesepakatan yang ditandatangani di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Salah satu poin kesepakatan itu menyatakan penentu cawapres adalah Prabowo dan Muhaimin Iskandar.

Jika kesepakatan itu diubah maka PKB akan membahas ulang arah dukungannya diinternal partai. Pandangan serupa dikemukakan Wasekjen PKB Syaiful Huda. Menurutt Syaiful perubahan nama koalisi dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) menjadi Koalisi Indonesia Maju tidak melalui diskusi.  

“Koalisi ini (Koalisi Indonesia Maju)  memang cukup mendadak diumumkan. Gus Imin baru tahu disaat diumumkan Pak Prabowo dalam acara HUT PAN.  Menurut saya ada lompatan. Karena menurut saya kalau kita mau bikin sebuah koalisi baru tentu harus ada ruang duduk bersama mendiskusikan membahas berbagai hal baik yang sifatnya substantif maupun teknis,”Kata Syaiful

Sebelumnya Prabowo Subianto saat menghadiri perayaan puncak HUT ke-25 PAN,  tidak malu-malu mengakui bahwa koalisinya merupakan tim Presiden Jokowi. Maka dari itu, koalisi ini disebut Prabowo akan melanjutkan perjuangan Jokowi dengan berbagai program yang telah dicanangkan demi kemajuan Indonesia.

Bahkan dirinya sempat berembuk dengan para ketua umum partai politik yang tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) untuk mengubah nama koalisinya menjadi mirip dengan Kabinet Indonesia Maju bentukan Jokowi.

Tag

Load More