/
Jum'at, 01 September 2023 | 11:05 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) menyampaikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2023). (Antara)

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai Partai Demokrat harus membuat kalkulasi politik bila pada akhirnya memutuskan untuk keluar atau tidak dari Koalisi Perubahan. Hal ini dilakukan pasca partai berlambang logo Mercy itu membongkar kesepakatan antara Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menduetkan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

Kesepakatan sepihak tersebut membuat Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) terancam bubar. “Demokrat harus mengedepankan rasionalitas dan objektivitas dalam menghitung langkah politiknya ke depan. Keluar Koalisi Perubahan harus hitung secara matang. Kalkulasinya harus sehat dan rasional,”Kata Ujang di Jakarta, Jumat (1/9).

Akibat sikap Nasdem dan Anies itu, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengungkapkan para petinggi Demokrat merasa dikhianati atas keputusan sepihak itu. Partai Demokrat kata dia kecewa karena sama sekali tidak dilibatkan dalam keputusan ini.

Dengan adanya keputusan Nasdem mengusung Anies-Muhaimin sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, DPP Partai Demokrat menginstruksikan seluruh pengurus daerah dan ranting mencopot baliho bergambar Anies Baswedan

Koalisi perubahan dibangun oleh tiga partai yakni Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat. Koalisi bersepakat mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai bakal calon presiden.

Tag

Load More