/
Kamis, 07 September 2023 | 10:46 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin usai menghadiri acara HUT ke-25 PAN di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (28/8/2023). (Suara.com/Novian)

Kritikus politik Faizal Assegaf mengatakan, Presiden Joko Widodo berpotensi terjepit oleh duet calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.

"Istana dan KPK sangat hati-hati. Sebab bersatunya NasDem dan PKB usung Anies-Cak Imin, membuat ruang gerak Jokowi semakin terjepit. Itu poinnya," kata Faizal, dikutip Liberte Suara, Kamis (7/9/2023).

Citra Jokowi akan semakin rusak jika PKB diusik. Tetapi faktor kemarahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) setelah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) gagal menjadi cawapres Anies patut diperhitungkan.

"NasDem sudah diobok-obok. Jika PKB pun dizalimi, imbasnya semakin merusak citra Jokowi. Namun, kemarahan SBY lantaran anaknya gagal jadi cawapres, juga patut diwaspadai," ujarnya.

"Mengingat sehari setelah Demokrat resmi keluar dari barisan perubahan, muncul manuver KPK mengusik Cak Imin. Akal-akalan dan berbau politis. Diduga itu intrik Jokowi atau SBY…? Modus lempar batu sembunyi tangan!" pungkas Faizal

Load More