/
Sabtu, 09 September 2023 | 13:12 WIB
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

PKS disebut tak akan mudah untuk digoda Demokrat untuk tinggalkan Anies Baswedan dan membuat poros baru.

Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai PKS tak mudah untuk ditarik-tarik.

Sebagaimana diketahui, pasca Demokrat tarik dukungan dari Anies terkait pemilihan Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres, muncul wacana membentuk poros ke empat di mana Demokrat, PKS, dan PPP bersatu.

"Menurut saya PKS tidak semudah itu untuk ditarik-tarik,” ujar Ginting saat tampil di kanal Youtube Hersubeno Point FNN, dikutip Kamis (7/9/23).

Ginting mengungkapkan demikian karena melihat proses panjang yang dipegang PKS dalam memutuskan suatu hal penting termasuk soal Capres-Cawapres yang akan mereka dukung.

Menurutnya, PKS tak mau direcoki oleh pihak-pihak lain dalam urusan ini.

“Karena proses di PKS panjang harus melewati majelis syura, sekarang saja PKS sedang mempersiapakan rapat majelis syura untuk membawah posisi Muhaimin sebagai Cawapres Anies Baswedan, mereka tidak mau direcoki,” jelasnya.

Ginting juga mengungkapkan bahwa memunculkan poros baru dengan sosok baru di luar 3 kekuatan besar yang ada sangat sulit.

Baca Juga: Digelar di Stadion Manahan, Berikut Prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Taiwan di Kualifikasi Piala Asia U-23

Ginting menyebut wacana Demokrat, PKS, dan PPP bersatu sebagai halusinasi politik.

“Koalisi Demokrat, PPP, PKS itu seperti halusinasi politik. Ini secara terori mudah untuk dilakukan tapi dalam praktiknya sulit sekali. Publik tidak akan melihat dari 3 figur ini, kalau ada poroslain, itu tipis kemungkinan dia bisa bersaing untuk pilpres,” ungkapnya.

Load More