/
Senin, 09 Oktober 2023 | 09:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada para relawannya agar memilih pemimpin yang berani mengambil risiko. (Antara)

Presiden Joko Widodo menyebut perhelatan pemilu lima tahun kerap kali diwarnai kebencian dan fitnah yang disebabkan perbedaan pendapat. Ia berharap, kali ini tidak ada polarisasi yang memecah belah bangsa Indonesia akibat pemilu.

Menurut Jokowi, seusai pemilu, masyarakat masih sibuk bertengkar karena politik. Padahal, elite politik sudah kembali melakukan konsolidasi."Saya kadang geleng-geleng, masyarakat di bawah masih ramai. Pemimpin di atas sudah ngopi-ngopi bareng. Yang di atas sudah makan bersama, di bawah masih ramai (bertengkar)," saat memberi sambutan di acara Konsolidasi Relawan Alap-Alap Jokowi di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Presiden Jokowi berpesan agar para relawan ikut menciptakan Pemilu 2024 yang damai dengan menjadi pendingin suasana. "Kalau negara ini mau menjadi besar, harus memperkuat kerukunan antara kita. Jangan sampai pemilu membuat kita terpecah belah," ucapnya.

Kendati acara konsolidasi itu dihadiri pula oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep, Jokowi tidak menyapa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu dalam pidatonya. Ia hanya menyebut nama anggota Dewan Pembina DPP PSI Giring Ganesha yang menjabat Ketua Umum PSI sebelum digantikan Kaesang.

Di kesempatan berbeda, bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto juga menyeru kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak terpecah belah. Pesan itu disampaikannya dalam acara deklarasi relawan Setia Prabowo di Jakarta, kemarin.

Prabowo pun kembali melontarkan janji politiknya untuk memberikan makan siang gratis bagi anak-anak dan ibu-ibu hamil bila dirinya terpilih sebagai presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pria yang menjabat menteri pertahanan di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi itu menyebut program tersebut dihadirkan untuk menekan angka tengkes atau hambatan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi.

Prabowo hanya menyatakan makan siang gratis itu akan disubsidikan untuk siswa-siswa baik di sekolah negeri, swasta, hingga pesantren.

“Nanti ada yang nyinyir, apa bisa? Kekayaan kita itu harus kita bikin dapat dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Jadi, apa bisa? Bisa!” tegasnya. Meski tidak merinci secara detail terkait dengan janjinya tersebut, Prabowo menegaskan pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk merealisasikan program tersebut.

Baca Juga: Ketemu Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi: Kami Punya Cita-cita Jawa Tengah Itu Biru!

Tag

Load More