- Polisi Boyolali mengungkap pencurian dengan kekerasan di Karanggede, menewaskan anak enam tahun pada Kamis, 29 Januari 2026.
- Pelaku berinisial A (30), tetangga korban, ditangkap di Kudus karena motif utang akibat kecanduan judi online.
- Tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau dua puluh tahun penjara.
Suara.com - Polisi mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang anak berusia enam tahun di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pelaku nekat merampok tetangganya sendiri setelah terlilit utang akibat kecanduan judi online.
Kasus tersebut terjadi di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, pada Kamis (29/1/2026) sore. Korban, Daryanti (34), mengalami luka berat, sementara anaknya berinisial AO (6) meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan pelaku berinisial A (30) merupakan tetangga dekat korban. Pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian.
“Aksi sadis tersebut ternyata dilakukan oleh pelaku berinisial A (30), yang tak lain adalah tetangga dekat dari korban. Pelaku ditangkap pada Jumat (30/1/2026) dini hari di wilayah Kudus,” ungkap Indra.
Berdasarkan hasil penyidikan, motif kejahatan dipicu persoalan ekonomi akibat kecanduan judi online. Pelaku diketahui memiliki banyak utang dan berniat mencuri kendaraan korban untuk mendapatkan uang.
“Tersangka mendatangi rumah korban dengan berpura-pura hendak membayar utang. Namun di balik itu, tersangka berniat mencuri kendaraan korban sebagai jalan keluar dari lilitan utang akibat kecanduan judi online,” jelas Indra.
Indra menambahkan, sepeda motor milik istri pelaku sebelumnya telah digadaikan sebesar Rp4 juta. Kondisi tersebut membuat pelaku mengaku kesulitan mencari uang untuk menutup utang dan menebus kendaraan tersebut.
“Akhirnya timbul niat tersangka untuk mencuri kendaraan milik korban dengan tujuan barang curian akan digadaikan untuk mendapatkan uang yang akan digunakan untuk membayar utang dan menebus motor milik istrinya,” ungkapnya.
Dalam aksinya, pelaku melukai korban hingga mengalami luka berat dan membunuh anak korban karena takut perbuatannya diketahui. Setelah itu, pelaku membawa kabur sepeda motor korban dan melarikan diri ke wilayah Kudus sebelum akhirnya ditangkap polisi.
Baca Juga: Judi Online: Hiburan Murah yang Membuat Hidup Jadi Mahal
“Untuk kondisi ibu korban yang awalnya sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di ruang ICU, dua hari yang lalu kondisinya mulai membaik dan kini telah kembali ke rumah,” terang Indra.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat sejumlah pasal, di antaranya Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 479 ayat (2) huruf c KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik judi online.
“Judi online sering kali terlihat sepele di awal, namun dampaknya sangat merusak. Tidak hanya menghabiskan harta, tetapi juga dapat menghilangkan akal sehat dan nurani. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi judi online dalam bentuk apa pun serta melaporkan segala bentuk praktik perjudian yang ada di masyarakat,” pungkas Artanto.
Berita Terkait
-
Judi Online: Hiburan Murah yang Membuat Hidup Jadi Mahal
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
PPATK Klaim Transaksi Judol Turun Drastis di 2025, DPR: Hasil Kerja Nyata atau Karena Sulit Dilacak?
-
Rapat Bersama DPR, PPATK: Transaksi Judi Online di Indonesia Berhasil Ditekan Selama 2025
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat