/
Rabu, 18 Oktober 2023 | 09:45 WIB
Takut Kalah? Wamenkumham Kuak Alasan Tolak Head to Head dengan Dokter Djaja (YouTube)

Wamenkumham, Prof Eddy Hiariej sempat membuat statement soal kematian Mirna Salihin akibat mengonsumsi sianida. Hal itu bertentangan dengan pendapat Dokter Djaja yang menyebut bahwa tewasnya perempuan itu lantaran penyakit maag kronis. 

Kedua pihak ini pun tampak bersikeras mempertahankan keyakinannya masing-masing. Hal menarik adalah banyak yang akhirnya berharap Prof Eddy dan Dokter Djaja dipertemukan secara langsung. 

Sayangnya, hal itu langsung ditolak oleh Prof Eddy. Tak sedikit yang akhirnya menuding Wamenkumham itu takut kalah pendapat dengan Dokter Djaja. 

Mengenai hal tersebut, pemilik nama lengkap Edward Omar Sharif Hiariej itu menyatakan bahwa ia sebenarnya bukan tidak mau. Namun, ia merasa bidang keahliannya dengan Dokter Djaja sangatlah berbeda. 

"Makanya ketika saya diundang untuk head to head dengan dokter Djaja di podcast itu, saya bukan tidak mau, tapi tidak compatible. Itu ibarat membandingkan meja dengan kursi," ungkapnya dalam podcast Diskursus Net, dikutip pada Rabu (18/10/2023). 

Seperti diketahui bahwa Prof Eddy memang berasal dari latar belakang hukum. Oleh karena itu, menurutnya Dokter Djaja lebih pantas berhadapan dengan orang yang juga berasal dari bidang yang sama jika ingin membahas kematian Mirna. 

"Jadi, saya katakan kalau podcast dokter Djaja mau mengimbangi, ya undang dokter Budi Sampurna (yang ada di) berita acara laboratorium forensik, dokter Slamet Purnomo dan dokter Musyafak yang melakukan autopsi," ucapnya. 

Lebih lanjut, ia pun mengaku tidak meremehkan pengetahuan Dokter Djaja.

"Saya tidak meragukan sama sekali keahlian beliau. Persoalannya cuma satu, beliau tidak mengautopsi mayat itu. Itu saja," pungkasnya. 

Baca Juga: Pantas Meninggal? Mirna Salihin Ternyata Cuma Konsumsi Ini Sebelum Akhirnya Tewas: Satu Hari Dia...

Load More