Suara.com - Anda memiliki gairah lebih besar dibanding pasangan Anda? Tak perlu malu, karena anggapan banyak orang bahwa perempuan kurang bergairah dibanding laki-laki, tak selamanya benar. Seorang terapis seks di AS mengatakan, 30 hingga 40 persen pasiennya, datang dengan keluhan karena si laki-laki kurang bergairah dibanding pasangannya.
Memang selama ini berkembang pendapat, jika laki-laki memiliki gairah seks lebih tinggi dibanding perempuan. Mereka ingin berhubungan seks dengan semua wanita, atau setidaknya dengan seorang wanita sepanjang waktu. Sementara, perempuan diposisikan sebagai pihak yang pasif. Dikejar dan bukan mengejar.
Anggapan ini membuat perempuan sungkan atau malah merasa malu ketika ia menyadari menginginkan seks lebih sering daripada pasangan mereka. Padahal mungkin saja, bagi pasangan Anda ini justru menjadi sinyal yang baik. Pernahkah Anda berpikir, ketika seseorang merasa tidak diinginkan sesering ia menginginkan Anda akan membuatnya berpikir apakah ada yang salah? Apakah aku menjadi membosankan atau malah mengerikan. Jadi ketika Anda meminta lebih, itu akan membuatnya merasa diinginkan.
Kim Wallen, seorang neuroendokrinilog mengatakan perbedaan antara laki-laki dan perempuan bukan pada kekuatan tetapi keteraturan.
“Ini sebagai efek dari faktor hormonal. Motivasi seksual pada laki-laki dipengaruhi stimulus hormon yang teratur, sementara perempuan bersifat siklis," ujarnya. Tubuh perempuan secara periodik dipengaruhi hormon estradiol yang meningkatkan gairah seks dan hormon progesteron yang dalam jumlah besar bisa menekan gairah seks.
Jadi kurang fair, jika membandingkan urusan yang satu ini berdasarkan gender. Akan lebih fair jika membandingkan seorang perempuan dengan perempuan lain. Psikolog seks Justin Justin Lehmiller mengatakan, perempuan yang mengalami peningkatan gairah seks perlu memperhatikan apakah perubahan ini terjadi baru-baru ini, atau memang sudah terjadi secara periodik. Jika memang baru belakangan ini, perlu dikaji apakah ada masalah kesehatan atau pengaruh psikologis.
Jadi jika Anda merasa tiba-tiba lebih bergairah dibanding suami, bicarakan hal ini secara terbuka. Mungkin Anda akan merasa canggung, tapi ini lebih baik ketimbang Anda memendamnya sendiri. Mungkin Anda juga menganggap ini masalah bukan masalah penting. Tapi tahukah Anda jika banyak laki-laki mengeluh pasangannya kurang bergairah. Jadi jika Anda memiliki keluhan yang sama, tak salah juga membahasnya secara terbuka dengan pasangan Anda. (www.bustle.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Bayi dan Anak Sebaiknya Pakai Sunscreen SPF Berapa? Ini Pilihan yang Aman Digunakan
-
3 Rekomendasi Sepeda Lipat untuk Orang Gemuk, Nyaman dan Aman
-
Setelah Pakai Sunscreen Boleh Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Tabir Surya yang Mudah Di-blend
-
Eau De Parfum vs Eau De Toilette, Mana Paling Awet Wanginya? Ini 5 Rekomendasi Terbaik!
-
Indonesia Disebut 902 Kali dalam Epstein Files, Ada Jejak Skandal di RI?
-
5 Rekomendasi Moisturizer Terbaik setelah Eksfoliasi agar Wajah Mulus
-
5 Rekomendasi Shampoo Non SLS untuk Rambut Rontok, Bisa Juga Atasi Ketombe
-
Prabowo Gagas Gerakan Gentengisasi, Ini Plus Minus Genteng Tanah Liat vs Baja Ringan
-
Siapa Shio Paling Beruntung Besok 6 Februari 2026? Cek Peruntunganmu!
-
15 Rekomendasi Kado Valentine untuk Cowok, Dijamin Berkesan dan Berguna