Suara.com - "Saya ada untuk stiletto. Sepatu platform (bersol tebal, red) sangat buruk, sangat tak bagus untuk siluet dan membuat kaki terindah sekalipun kelihatan sangat buruk." Itulah penegasan Manolo Blahnik. Nama ini tentu tak asing di telinga para fasionista. Manolo Blahnik, adalah merek paten untuk stiletto atau sepatu berhak runcing yang sangat digemari perempuan urban.
Pencinta sepatu platform tentu sulit mengerti alasan ini. Karena sepatu platform bagi banyak perempuan, tidaklah terlalu buruk. Tapi tunggu dulu, perancang yang dipercaya menangani busana yang dikenakan artis yang berakting di film seri 'Sex and the City' ini, masih punya komentar lain tentang sepatu platform.
Sepatu platform, ujarnya, hanya akan berguna jika dikenakan dengan gaun panjang, sehingga orang lain tak bisa melihatnya. Wah-wah, sebegitu tak sukanya pria 71 tahun ini pada sepatu platform.
Yang pasti, selain keindahan, Manolo Blahnik juga sangat memperhatikan kenyamanan perempuan yang memilih karyanya. "Saya selalu mencoba desain saya di 'pabrik' untuk memastikan mereka (pemakainya) merasa nyaman. Tapi sayang, saya tidak bisa lagi melakukan itu," ujarnya.
Manolo Blahnik yang dilahirkan di Santa Cruz de la Palma, Spanyol pada 1942, langsung mendominasi desain sepatu dunia sejak ia memulai bisnis ini di London, Inggris awal tahun 1970an. Blahnik sangat memperhatikan detil. Ia menangani sendiri desain sepatu yang menggunakan namanya sebagai merek. Ia membuat sketsa, membuat pola dan cetakannya, dan mengawasi langsung pembuatan semua sepatu karyanya. Hasilnya, Manolo Blahnik identik dengan keindahan.
Merek sepatu ini, makin mendunia lewat serial 'Sex and the City'. Banyak perempuan yang bermimpi menyimpan sepasang Manolo Blahnik di lemari mereka, walaupun untuk itu mereka minimal harus merogoh 500 dolar atau lebih dari Rp 5 juta dari kantungnya. Tapi rasanya, harga ini layak untuk sebuah karya dari salah seorang yang memiliki selera terbaik di dunia. ( Sumber: The Guardian/designmuseum.org)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN