Suara.com - Menteri Negara Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP3A), Linda Amalia Sari Gumelar menyebutkan sampai saat ini belum ada satu pun kota maupun daerah di Indonesia yang memenuhi kriteria kota layak anak.
"Belum ada daerah yang memenuhi predikat kota layak anak, tetapi semuanya masih sedang menuju dan masih dalam proses yang
harus memenuhi 31 indikator agar bisa disebut sebagai kota layak anak," kata Linda kepada wartawan di sela acara koordinasi pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap anak, Senin (5/5/2014) di Sukabumi, Jawa Barat.
Tetapi Linda menegaskan, semangat dari kota dan kabupaten yang menuju kota layak anak ini harus diapresiasi dan akan dilakukan aspektasi di tingkat Kementerian PP3A RI. Selain itu, agar suatu daerah bisa mendapatkan predikat kota layak anak, juga perlu adanya peran serta dari masyarakat khususnya mulai dari tingkat keluarga.
Linda mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Sukabumi yang tengah menuju kota layak anak, dan meminta agar tidak pesimis dalam mengambil kebijakan agar predikat kota layak anak bisa benar-benar disematkan kepada kota moci ini. Ia juga menyarankan ke depannya Pemkot menggandeng seluruh lembaga dan juga masyarakat harus dilibatkan secara utuh.
"Progam pemerintah tentang kota layak ini perlu didukung oleh seluruh komponen, apalagi tujuannya untuk seluruh anak di Indonesia agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi pendongkrak masa depan bangsa," tambahnya.
Dari 31 poin yang dipenuhi kota atau kabupaten yang tengah menuju kota layak anak ini, salah satunya adalah mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap anak, utamanya kasus kekerasan seksual terhadap anak, yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak kota di dunia.
"Kasus ini ibarat fenomena gunung es dan kami yakin tidak hanya di Sukabumi saja terjadi kasus seperti ini. Di daerah lain pun pasti ada kasus serupa tetapi belum terungkap, sehingga saat ini yang harus dilakukan bersama adalah bagaimana mencegah dan menanggulangi si anak yang menjadi korban kekerasan seksual seperti yang dilakukan oleh tersangka AS alias Emon," kata Linda. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Bukan Sekadar Tempat Wisata: Industri Pariwisata Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
-
3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
-
Denim, Gaya Hidup, dan Masa Depan Fashion Berkelanjutan
-
Nutrisi Maksimal, Tanpa Rasa Lepek: Jawaban Baru untuk Rambut Helai Tipis Perempuan Aktif
-
Apakah Sariayu Cream Foundation Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pembeli
-
Pasang AC Kamar Bagusnya di Mana? Ini 4 Posisi yang Baik Menurut Feng Shui
-
5 Filter Air untuk Sumur Berkapur dan Berpasir, Solusi Air Rumahan yang Keruh
-
Finukhu: Tradisi Pangan, Alam, dan Pengetahuan yang Terbungkus Daun Fotefea dari Sentani
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Tak Perlu Khawatir
-
6 Sepeda Roadbike Termurah untuk Pemula 2026 dan Tips Memilihnya dari Cyclist