Suara.com - Agama ternyata masih menjaid pertimbangan bagi banyak orang dalam memilih pasangan. Bahkan di negara sebebas Amerika (AS) sekalipun. Dalam sebuah survei yang dilakukan Maret lalu, kaum ateis adalah kelompok yang paling tidak diinginkan untuk menjadi pasangan.
Sekitar 49 persen dari lebih 10.000 warga Amerika Serikat, mengaku tidak akan senang jika anggota keluarganya memilih seorang ateis menjadi pasangannya.
Mereka yang tak menyukai para ateis ini datang dari berbagai latar belakang budaya. Ada yang menyebut dirinya sebagai kelompok konservatif, protestan, Khatolik atau bahkan dari kaum Republiken.
Sementara hanya 9 persen dari responden yang mengatakan akan kecewa dengan prospek pernikahan dengan seorang yang terlahir kembali menjadi Kristen.
Pernikahan antar pendukung Demokrat dan Republik juga tidak terlalu dipermasalahkan. Responden yang tak menginginkan keluarganya menikah dengan pendukung partai politik lain kurang 10 persen. Persentase yang sama dengan kasus pernikahan dari ras lain atau imigran yang lahir dan dibesarkan di negara lain.
Tetapi ketika menyangkut kepemilikan senjata dan kurangnya pendidikan. Yakni masing-masing menolak menjadi 19 persen dan 26 persen. "Jelas, seorang ateis adalah yang paling tidak diinginkan untuk menjadi bagian keluarga," kata Jocelyn Kiley, peneliti senior dengan Pew Center for the People & the Press.
Meskipun 20 persen orang AS mengatakan mereka tidak memiliki identitas agama, tapi religiusitas tetap menjadi masalah. (Huffington Post)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran
-
Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat
-
Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan