Lifestyle / Food & Travel
Senin, 07 Juli 2014 | 11:27 WIB
Sebuah masjid di Cordoba, Spanyol. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Spanyol mungkin bukan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun pada 1992, ditanda-tangani kesepakatan kerjasama, antara Pemerintah Spanyol dengan Komisi Islam Spanyol yang diwujudkan dalam bentuk Undang-undang.

Di situ disebutkan, "Anggota Komunitas Islam yang tergabung dalam Komisi Islam Spanyol, berhak meminta off dari pekerjaan mereka pada hari Jumat  antara pukul 13.00 hingga 14.20, serta menyelesaikan pekerjaan satu jam sebelum matahari terbenam, selama bulan Ramadan".

Ramadan memang cukup penting di sejumlah kota di Spanyol, seperti Madrid, Barcelona atau Cordoba di mana banyak komunitas Muslim berada. Di bulan Ramadan, umat Islam biasanya berkumpul dan mengatur pertemuan sosial di masjid-masjid. Selain berbuka puasa, juga biasa digelar sejumlah kegiatan lainnya.

"Hari pertama Ramadan lebih dari 9.000 Muslim berkumpul di masjid-masjid di Madrid untuk merayakan datangnya Ramadan,  sambil berbuka puasa bersama," ujar Amin Villoch, seorang Muslim Spanyol, menggambarkan situasi Ramadan di Madrid.

Ramadan merupakan faktor penting dalam penyatuan masyarakat Ilsam di Spanyol. Islamic Center Madrid selalu mempersiapkan berbagai kegiatan selama bulan Ramadan.  Setelah salat Maghrib, masjid seolah berubah menjadi tempat pesta. Semua orang makan harrisa (makanan khas setempat) dan kurma.

Ramadan juga menjadi berkah yang besar bagi umat muslim yang kurang beruntung, karena banyak warga yang akan membagikan makanan kepada jamaan masjid.  "Perempuan menghabiskan sepanjang hari mereka dengan mempersiapkan makanan khas untuk menawarkan kepada kerabat dan teman-teman mereka yang mereka temui di masjid," jelas Amira Masaad.

Ia menambahkan, "Hari pertama Ramadan adalah hari yang istimewa. Masjid menyelenggarakan acara dan kegiatan untuk menyatukan komunitas Muslim di Spanyol bersama-sama."

Kadang-kadang banyak umat Muslim yang tinggal di Catalonia mengunjungi masjid hanya untuk bertemu para umat muslim lainnya. Maka, ketika Ramadan dimulai, masjid penuh dan ini berlangsung selama 30 hari penuh.

Tetapi ini juga membuat situasi menjadi cukup rumit, karena tempat untuk berdoa menjadi terbatas. "Kurangnya ruangan untuk berdoa datang selama bulan Ramadhan. Masyarakat Muslim Catalonia melakukan banyak upaya ke tempat baru untuk mendirikan salat dan untuk dapat menarik lebih banyak umat Muslim,"  tambah Amira.

Kegiatan lain yang dilakukan selama bulan Ramadan adalah kelas Bahasa Arab, kelas budaya Islam dan diskusi mengenai Al Qur'an dan hadits. (biharanjuman.org)

Load More