Suara.com - Pihak pengelola tempat wisata Taman Margasatwa Ragunan Jakarta Selatan, mencatat 121.000 pengunjung memadati kebun binatang tersebut pada hari kedua perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah.
"Sampai dengan pukul 16.00 WIB, jumlah pengunjung kebun binatang Ragunan telah mencapai 121.000 orang. Bisa dibayangkan seperti apa penuhnya," kata Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang, Selasa (29/7/2014).
Menurut dia, para pengunjung terus berdatangan sejak loket karcis mulai dibuka, yakni pada pukul 07.00 WIB. Bahkan, pada pukul 10.00 WIB, jumlah pengunjung sudah mencapai 33.858 orang.
"Kemudian, pada pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung bertambah menjadi 72.000 orang, terus bertambah lagi pada pukul 15.00 WIB menjadi 119.000 orang. Pengunjung tak henti-hentinya datang," ujar Wahyudi.
Meskipun demikian, hingga saat ini dia masih belum dapat menentukan apakah jumlah pengunjung telah mencapai puncaknya pada hari kedua Lebaran ini.
"Karena saat Lebaran tahun lalu, jumlah pengunjung mencapai angka tertinggi, yaitu 144.958 orang pada hari ketiga Lebaran (H+3). Jadi, kita lihat saja beberapa hari kedepan, ada peningkatan jumlah pengunjung atau tidak," tutur Wahyudi.
Namun, dia mengungkapkan, sejauh ini telah terjadi peningkatan jumlah pengunjung di kebun binatang tersebut apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada hari kedua Lebaran tahun lalu, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 69.721 orang, sedangkan untuk tahun ini jumlahnya sudah mencapai 72.000 pengunjung.
"Peningkatan jumlah pengunjung itu sudah mulai dirasakan sejak hari pertama Lebaran, Senin (28/7). Kalau pada tahun sebelumnya jumlah pengunjung hanya 23.935 orang, tahun ini sebanyak 28.779 orang," ungkap Wahyudi.
Selama libur Lebaran 2014, Taman Margasatwa Ragunan beroperasi mulai dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Ini berbeda dengan waktu operasional pada hari-hari biasanya, yaitu sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Sementara itu, Harga Tiket Masuk (HTM) yang diberlakukan yakni sebesar Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak usia tiga hingga 12 tahun. (Antara)
Berita Terkait
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara
-
Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi
-
Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi
-
Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal