Lifestyle / Female
Sabtu, 09 Agustus 2014 | 02:18 WIB
Ilustrasi pendidikan seks. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Orang tua harus berperan dan memberikan pendidikan seks sejak dini kepada anak untuk mencegah terjadinya kekerasan seks pada anak.

"Kuncinya adalah orang tua, kalau perannya benar maka anak akan belajar dengan benar," kata pakar pendidikan anak dan keluarga, Edy Wiyono di Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Edy yang juga Pakar praktisi Multiple Intelligence and Holistic Learning juga mengatakan anak siap untuk belajar mengenai pendidikan seks saat mereka mulai menanyakan kepada orang tua mengenai organ intim.

"Anak-anak kita siap untuk belajar sejak usia dini, karena anak-anak selalu menanyakan itu, mulai dari menanyakan adik bayi itu berasal dari mana," imbuhnya pada penutupan daycare 2014 dan talkshow tentang pentingnya pendidikan seks usia dini bagi masa depan anak yang digelar PT Unilever Indonesia Tbk.

Orang tua, kata lelaki yang akrab disapa Ayah Edy, tidak perlu kaget dengan pertanyaan anak dan bereaksi berlebihan, karena anak akan merekam reaksi tersebut dan menimbulkan keingintahuan mereka.

"Perkenalkan anak pada organ tubuhnya dari ujung kepala sampai kaki, di bagian tengah dimulai dengan gambar sebagai pengenalan awal," kata dia.

Dalam memberikan pendidikan seks kepada anak, Ayah Edy menyarankan agar orang tua memperkenalkan nama-nama organ tubuh tersebut termasuk organ intim dengan nama yang sebenarnya.

Biasanya, lanjut dia, anak-anak terus akan bertanya karena rasa ingin tahu yang besar dan orang tua harus siap dengan jawaban yang memuaskan.

Ini penting untuk diperhatikan, sebab jika anak tidak puas dengan jawaban yang diberikan orangtuanya, maka ia akan mencari jawabannya dari sumber-sumber lain yang belum tentu benar seperti teman dan media.

"Kuncinya adalah jika kita tidak bisa menjawab pertanyaan anak jangan marah, tapi jawab pertanyaan dengan pertanyaan. Tanya kepada anak apa pendapat dia atau minta jeda waktu untuk menjawab," sarannya.

Load More