- PT Mitra Natura Raya meluncurkan Sunset di Kebun Series 2026 dengan konsep festival musik berbasis edukasi konservasi alam.
- Festival ini berlangsung di Jakarta, Bogor, dan Bali, menampilkan musisi populer untuk menarik minat generasi muda Indonesia.
- Program ini bertujuan mengenalkan pelestarian lingkungan melalui kegiatan interaktif sekaligus menyajikan hiburan musik bagi audiens secara luas.
Suara.com - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, memperkenalkan konservasi serta pentingnya menjaga ekosistem kepada generasi muda kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Musik menjadi salah satu medium yang dinilai efektif karena mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, emosional, sekaligus membangun kedekatan dengan alam secara lebih natural.
Pendekatan inilah yang dihadirkan melalui Sunset di Kebun Series 2026 Presented by Tring! by Pegadaian. Festival musik berskala nasional ini resmi diluncurkan dengan tiga konsep utama dalam satu ekosistem pengalaman, yakni Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, dan program terbaru Jazz di Kebun yang diperkenalkan pada 2026.
Program ini dikembangkan oleh PT Mitra Natura Raya, bagian dari Dyandra & Co., yang juga merupakan mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bali.
Melalui festival ini, musik tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pintu masuk untuk mengenalkan nilai konservasi, keberagaman tanaman, dan pentingnya menjaga ekosistem kepada publik, khususnya Gen Z dan milenial.
Konsep festival di ruang hijau membuat pengunjung dapat menikmati musik sambil merasakan pengalaman langsung berada di tengah alam.
“Sebagai pengelola Kebun Raya, kami membawa tanggung jawab untuk menjaga dan mengenalkan nilai konservasi kepada publik. Sunset di Kebun Series menjadi cara kami menyampaikan pesan tersebut melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, yaitu musik dan pengalaman langsung di alam,” ujar Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto.
Sunset di Kebun menghadirkan pengalaman festival di ruang hijau dengan konsep piknik dan pendekatan konservasi. Sementara Sunset di Pantai menawarkan pengalaman di kawasan pesisir dengan nuansa santai.
Adapun Jazz di Kebun dirancang sebagai format yang lebih intimate dan terkurasi bagi audience yang mencari pengalaman musik yang lebih dekat. Ketiga program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan Gen Z, milenial, dan keluarga muda yang kini lebih menyukai hiburan berbasis experience.
Baca Juga: Tragedi Hutan Gambut dan Ilusi Pemulihan yang Kita Percaya
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati penampilan musisi, tetapi juga untuk berkumpul, berinteraksi, dan mengeksplorasi berbagai aktivitas dalam satu ruang yang terintegrasi.
Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung tidak hanya menikmati penampilan musisi dan pengalaman visual, tetapi juga diajak berpartisipasi dalam aksi sederhana yang berdampak nyata bagi lingkungan.
Pendekatan ini diperkuat melalui program Lesstari yang mendorong edukasi lingkungan, serta pengembangan Plant Heroes yang mengajak pengunjung memahami pentingnya menjaga ekosistem dan pelestarian spesies tanaman.
“Kami ingin Sunset di Kebun Series menjadi ruang di mana hiburan dan edukasi berjalan bersamaan. Melalui program yang kami hadirkan, pengunjung dapat menikmati musik sekaligus mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan ekosistem,” ujar Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya, Michael Bayu A Sumarijanto.
Sunset di Kebun Series 2026 akan diselenggarakan di Jakarta, Bogor, dan Bali. Untuk pembuka tahun 2026, Sunset di Kebun digelar di Kebun Raya Bogor pada 9 dan 10 Mei 2026, kemudian berlanjut di Jakarta pada Juni dan Bali pada Juli.
Sejumlah musisi papan atas turut memeriahkan festival ini, di antaranya Tulus, Fiersa Besari, Bernadya, Idgitaf, Hindia, .Feast, Dere, dan Nadin Amizah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!