Suara.com - Ada kebiasaan baru yang dilakukan perempuan muda, terutama di kota-kota besar, untuk melampiaskan perasaan negatifnya, yakni dengan cara menyakiti diri sendiri.
Dalam istilah kedokteran kecenderungan ini disebut dengan istilah self-poisoning atau meracuni diri sendiri. Self-poisoning merupakan kondisi di mana perempuan sering mengonsumsi paracetamol atau obat ilegal secara berlebihan. Dan sering mereka tidak menyadari bahwa hal itu bisa merusak tubuh mereka sendiri bahkan bisa membunuh mereka. Bila beruntung, memang tidak akan berakhir dengan kematian, tetapi itu tetap menyakitkan bagi mereka.
Harus dimengerti, self poisoning tidak dilakukan perempuan muda untuk mengakhiri hidupnya. Mereka 'hanya' ingin menghukum diri mereka sendiri karena berbagai tekanan yang dirasakannya.
Palang merah internasional mengungkapkan bahwa kasus meracuni diri telah meningkat sebesar 50 persen sejak 2004. Hal mengejutkan lainnya, 110 ribu kasus terjadi pada tahun 2012.
Cara tidak lazim itu kini tengah marak terutama di kalangan perempuan karir yang mengalami tekanan di tempat kerjanya. Hilangnya kontrol dalam hidup menyebabkan kebencian terhadap diri sendiri kemudian membuat mereka merasa harus menghukum diri sendiri.
Penyebab lainnya bisa karena kebutuhan eskapisme, yaitu ingin sejenak melarikan diri dari kehidupan tekanan hidup sementara waktu. Ini bisa karena hubungan buruk, kehilangan pekerjaan, rendah diri atau depresi.
Perempuan cenderung lebih memilih mengonsumsi obat-obatan karena bila memotong urat nadi misalnya, akan menimbulkan bekas dan tentu saja menyebabkan rasa sakit.
Kenyataan yang lebih menyedihkan adalah bahwa beberapa perempuan bahkan tidak mengerti, mengambil lebih dari jumlah yang ditunjuk paracetomol atau obat lain dapat merugikan diri mereka sendiri.
Studi kasus telah banyak menemukan bahwa mereka tidak sadar apa yang telah mereka lakukan sampai mereka berkonsultasi dengan seorang profesional. (femalefirst.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan