Suara.com - Siklus bulanan pada perempuan sering mempengaruhi perilaku perempuan. Sebelum tamu bulanan datang, biasanya ditandai dengan kondisi emosi yang labil. Perempuan menjadi lebih sensitif.
Jika Anda menemukan perempuan Anda menumpuk cokelat di kulkas dan laci, kemungkinan dia sedang melalui stres pramenstruasi atau beberapa orang menyebutnya, sindrom 'memarahi laki-laki'. Bagi laki-laki mungkin initidka adil, tetapi itulah yang terjadi pada perempuan.
Meskipun Anda memakai perisai Anda dan siap untuk menghindari dinamit, perlu diingat bahwa fase hormonal bulanan ini tidak akan pernah hilang pada perempuan Anda. Beberapa perempuan mengalami 'moodswing' ketika periode ovulasi. Psikiater Dr Anshu Kulkarni mengatakan, perempuan akan melewati semacam 'kejahatan umum', kesedihan atau kebahagiaan tanpa alasan umum.
Apa yang harus dilakukan, berikut sejumlah panduan yang bisa Anda lakukan.
Jangan menghindari kencan.
Katakan padanya, bahwa Anda ingin menonton film romantis sambil meringkuk di tempat tidur dengannya. Bawa dia keluar untuk makan malam di restoran favoritnya, bukakan dia pintu dan menarik kursi untuknya. Tapi cobalah untuk tidak memaksakan hal itu jika dia tak mau.
Menjadi kelinci percobaan.
Hipnoterapis Klinis dan Psikolog, Dr Deepali S Ajinkya mengatakan, "Perlu diingat bahwa itu adalah perubahan fisiologis dan hormonalnya, dia akan melalui hal yang membuat tindakannya keluar dari elemennya." Jadi jika dia tiba-tiba ingin mencoba masakan baru yang tidak biasa dia masak, maka biarkan dia melakukan itu. Atau tiba-tiba memakai kemeja yang tergantung di lemari Anda, padahal biasanya tidak pernah, biarkan itu.
Siapkan cokelat.
Jika Anda pernah menemukan diri dalam situasi berdebat dengan seorang wanita yang sedang mengalami PMS, pastikan untuk memiliki sepotong coklat di tangan. Penelitian menunjukkan bahwa asupan cokelat meningkatkan ekspresi MKP pada ganglion trigeminal yang menurunkan tingkat bahan kimia inflamasi, sehingga dapat menekan gejala sakit kepala dan migrain.
Tunjukkan simpati.
Seorang perempuan yang sedang mengalami PMS atau tidak, tentu ingin mendapatkan simpati. Jadi dalam kondisi ini yang dapat Anda lakukan adalah menganggukkan kepala dan berkata, "Ya sayang, aku mengerti '. Ajinkya menyarankan, yakinkan pasangan Anda bahwa kehadiran Anda ia perlukan. Jika Anda berada di sampingnya, dan menawarkan apapun untuk mengubah suasana hatinya, itu akan memberi nila tambah pada Anda di matanya.
Bersabarlah.
"Rata-rata, perempuan memiliki sekitar enam hari 'mood buruk'," kata Kulkarni. Jadi yang harus Anda lakukan adalah menunggu dengan sabar. Simpan obat kram yang berbeda agar dapat berguna baginya. Ini akan membiarkan dia tahu bahwa Anda peduli. Perhatian Anda akan menyembuhkannya lebih dari obat apapun.
Mengambil alih beberapa tugasnya.
Apakah dia meminta Anda untuk pergi ke toko dan membeli pembalut atau membantunya memasak, jika daftar tugas yang ia berika masuk akal dan memerlukan tenaga, lakukan saja. (timesofindia.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan