Apakah pekerjaan Anda menempatkan Anda dalam risiko? Penelitian baru oleh Occupational and Environmental Medicine menemukan hubungan antara pekerjaan dan cacat lahir pada anak-anak.
Dalam penelitian ini, tim mewawancarai 10.000 ibu yang melahirkan anak-anak dengan cacat lahir dan 4.000 yang memiliki anak yang sehat. Kepada para responden ini ditanyakan tentang obat-obatan, paparan bahan kimia, dan pilihan gaya hidup lainnya. Hasilnya, ada hubungan antara pekerjaan sang ayah tiga bulan sebelum terjadi pembuahan hingga bulan pertama kehamilan, dengan cacat lahir yang dialami anak.
"Kami selalu fokus pada apa yang ibu lakukan sebelum dia hamil untuk meningkatkan peluang bayi yang sehat, tetapi ayah memiliki peran juga," kata Tania A. Desrosiers, Ph.D., MPH, peneliti utama dan ahli epidemiologi di North Carolina, AS.
Suara.com - Para peneliti memang belum definitif menemukan apa penyebab cacat ini. Tetapi tak ada salahnya jika kita melihat bagaimana pekerjaan dapat menimbulkan risiko pada anak-anak Anda.
Jika Anda duduk sepanjang hari.
Para peneliti menemukan bahwa manajer, administrator, ahli matematika, atau pekerjaan di belakang meja lainnya dikaitkan dengan bibir sumbing dan kelainan pada lengan anak-anak, kaki, tangan, dan kaki. Bagaimana bisa? "Terlalu lama duduk akan meningkatkan suhu skrotum, yang kemudian merusak sperma dan dapat menyebabkan cacat lahir," kata Desrosiers.
Langkah Anda: Jika Anda lebih banyak bekerja di belakang meja, mulailah tren baru di kantor dengan membangun meja 'berdiri' sendiri. Ini tak hanya bisa mengurangi risiko anak Anda juga akan meningkatkan kesehatan Anda.
Jika Anda banyak bekerja di kebun.
Pekerjaan lapangan seperti petani ataupun tukang kebun, bisa memicu 'gangguan' pada sistem pencernaan anak. "Ini disebabkan zat kimia dan pestisida, yang bisa merusak sperma Anda. Tidak ada yang aman dari pestisida. Jika dapat membunuh bug, pestisida juga dapat merusak manusia,"," kata Anne Steinemann, Ph.D., seorang ahli lingkungan dari University of Washington. Langkah Anda: Letakkan topi dan peralatan di bagasi, sehingga Anda tidak terus menghirup pestisida di dalam mobil Anda. Segera mandi setelah selesai bekerja dan jangan lupa untuk selalu membawa handuk saat bekerja, sehingga Anda dapat menghapus pestisida dari tubuh Anda.
Jika Anda pelukis atau pekerja seni lainnya.
Seniman dan fotografer lebih mungkin untuk memicu risiko gangguan mulut, mata dan telinga, usus, anggota badan, dan masalah jantung pada anak-anak mereka. Ini karena bahan pelarut cat, terutama cat minyak, dapat merusak sperma Anda. "Ini semua tentang dosis Anda menarik napas, selalu luangkan waktu istirahat 10 menit di luar atau di ruangan yang berventilasi baik," kata Neal Langerman, Ph.D., dari Divisi Kesehatan dan Keselamatan di American Chemical Society. (menshealth.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana