Saat kami bertemu di sebuah kafe di Jakarta, Primaswara Wiji Sayekti mengenakan pakaian bergaya gypsi. Atasan berwarna merah-hitamnya ia padukan dengan rok panjang kembang-kembang. Ia melengkapi penampilannya sore itu dengan rambut palsu kecoklatan dengan tutup kepala putih kembang-kembang.
Sore itu Prima, memang sedang menjadi Madam Arra, nama yang dipakainya saat bekerja. Nama ini ia sandang sejak tahun 2007 silam, ketika ia memutuskan untuk serius menjalani profesi sebagai 'motivator dan fortune teller'.
"Sebagai Prima, maka penampilan saya tidak beda jauh dengan perempuan kebanyakan," ujar ibu dua anak ini.
Prima yang lahir dan besar di Bogor, Jawa Barat ini lantas bercerita, sebenarnya ia sudah merasakan 'keanehan' sejak kecil. Ia bisa dengan mudah membaca apakah orang di hadapannya bermaksud baik atau tidak. tanpa harus belajar, Prima juga bisa dengan jitu bisa membaca karakter seseorang garis tangan ataupun tanda tangannya. Namun hingga beranjak dewasa, ia tak pernah menganggap hal itu serius.
"Sejak SMP, saya suka iseng membaca garis tangan dan memberi masukan kepada orang-orang apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan," ujarnya.
Hingga datang satu masa, ketika Prima merasakan kegelisahan dengan pekerjaan yang dijalaninya tiba-tiba ada yang menawarinya untuk mengisi sebuah acara yang digelar sebua perusahaan asuransi ternama. Tugasnya adalah membaca garis tangan para tamu yang datang.
"Awalnya saya sempat menolak karena nggak pede," ujarnya sambil mengenang kejadian hampir sepuluh tahun lalu itu.
Namun seperti keajaiban, undangan inilah yang menunjukkan jalan kepada perempuan yang mengaku suka traveling ini. Ia lantas mengajukan surat pengunduran diri ke tempatnya bekerja. Namun saat itu Prima langsung memutuskan untuk menekuni pekerjaan ini. Hanya sesekali ia mengisi acara yang digelar sebuah pusat perbelanjaan.
Hingga pada 2005, ia dipertemukan dengan seseorang yang lantas memberinya kartu tarot warisan ibunya. Pada tahun yang sama, ia juga diminta mengisi acara perayaan tahun baru Imlek di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat.
"Itu adalah tantangan besar pertama yang saya alami, karena saya mengisi acara yang sama dengan Suhu Yo yang namanya sudah dikenal," terangnya.
Menolong orang
Meski belum sepenuhnya menekuni profesi sebagai 'peramal', Prima makin yakin dengan jalan yang akan ditempuhnya. Baru pada 2007 ia memutuskan untuk serius menjadi peramal dengan nama profesional Madam Arra.
"Tuhan memberi kita satu kemampuan tentu bukan tanpa tujuan. Dan saya tidak ingin menyia-nyiakan anugerah ini, dan sebisa mungkin menggunakannya untuk membantu orang lain," jelasnya tentang alasan yang mendasari keputusan ini.
Dan sejak saat itu berbagai prestasi diraihnya. Ia antara lain pernah terpilih menjadi juara "Fortune Teller 2011 Guru of Asia". Dan tahun lalu ia lolos ke enam besar kompetisi tarot internasional "International Psychic Chalenge" yang diselenggarakan di Ukraina. Peserta kompetisi ini disaring dari ratusan peserta dari berbagai negara, seperti India, Monggolia, Swedia, Austria, Irlandia, Rusia, Amerika Serikat dan Ukraina.
Setelah tujuh tahun menjalani profesi ini, nama Madam Arra kian dikenal. Ia banyak diundang ke berbagai acara, dan kini telah membuka konsultasi pribadi. Menurutnya kartu tarot terus berkembang dan makin diterima di masyarakat. Orang, ujarnya, tidak malu-malu lagi untuk datang ke peramal tarot. Dan mereka datang dari berbagai kalangan, orang biasa, pebisnis, artis atau bahkan politisi.
Dalam memberi konsultasi, Prima berusaha sebisa mungkin untuk tidak men-judge. Ia hanya menjelaskan hasil penerawangannya dan memberi gambaran apa risiko dari pilihan-pilihan yang ada. "IIstilahnya hanya memberi tahu jalan untuk mereka. Saya tidak ingin mempermainkan hidup seseorang. Itu tanggung jawab moral saya kepada Tuhan," ujarnya.
Ia menegaskan, profesi yang dijalani sama sekali bukan klenik ataupun musyrik. "Ini semua ilmiah dan bisa dipelajari," tegasnya. Namun ia mengakui bakat memegang peran penting dalam profesi ini. Itu sebabnya saat memberikan konsultasi, ia tak banyak menggunakan alat bantu selain kartu tarot dan kemampuan menerawang yang dimilikinya. Itulah Madam Arra.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
5 Zodiak Diprediksi Beruntung Mulai Juni 2026, Karier hingga Asmara Berjalan Lancar
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan