News / Internasional
Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:18 WIB
Israel dan AS turut mengebom SD khusus perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, dalam serangan Sabtu (28/2/2026). [IRNA/Al Jazeera]
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Iran bersumpah membalas serangan udara Israel dan AS terhadap sekolah perempuan di Minab, Iran.
  • Serangan udara pada Sabtu, 28 Februari 2026, dikabarkan menewaskan sedikitnya 51 siswi SD di Hormozgan.
  • Iran menyatakan serangan terhadap target sipil tersebut melanggar hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengucapkan sumpah, akan membalas kematian puluhan siswi SD yang dibantai oleh serangan udara Israel serta Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026).

"Demi Allah. Kami tak akan membiarkan begitu saja," tegas Abbas Araghchi, dikutip dari Al Jazeera.

Sabtu pagi, dalam serangan udara mematikan, Israel dan AS turut mengebom SD khusus perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan.

Menurut kantor berita Iran, IRNA, serangan itu menewaskan sedikitnya 51 siswi. Araghchi mengatakan para korban semuanya adalah "anak-anak yang tidak bersalah".

Kantor berita Mehr Iran juga melaporkan bahwa setidaknya dua siswi tewas akibat serangan Israel yang menghantam sebuah sekolah di sebelah timur ibu kota, Teheran.

Melaporkan dari Teheran, Mohammed Vall dari Al Jazeera mengatakan tentang serangan terhadap sekolah perempuan tersebut.

“Ada laporan baru yang mengkonfirmasi bahwa jumlah orang yang tewas dalam serangan itu kini telah melampaui 40 orang. Itu adalah target sipil, dan itu adalah salah satu target yang mungkin benar-benar menjadi masalah terkait kampanye oleh Amerika dan Israel, yang mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan target militer dan mereka mencoba untuk menghukum rezim, bukan rakyat Iran."

“Presiden Trump telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan datang kepada mereka, tetapi sekarang kita melihat korban sipil; itu adalah sesuatu yang akan ditekankan oleh pemerintah Iran sebagai kasus pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran,” tambahnya.

Menurut Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran, ribuan warga sipil tewas atau terluka, dan infrastruktur publik rusak, selama perang 12 hari AS-Israel pada Juni 2025.

Baca Juga: DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan ASIsrael ke Iran

Load More