- Menteri Luar Negeri Iran bersumpah membalas serangan udara Israel dan AS terhadap sekolah perempuan di Minab, Iran.
- Serangan udara pada Sabtu, 28 Februari 2026, dikabarkan menewaskan sedikitnya 51 siswi SD di Hormozgan.
- Iran menyatakan serangan terhadap target sipil tersebut melanggar hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengucapkan sumpah, akan membalas kematian puluhan siswi SD yang dibantai oleh serangan udara Israel serta Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026).
"Demi Allah. Kami tak akan membiarkan begitu saja," tegas Abbas Araghchi, dikutip dari Al Jazeera.
Sabtu pagi, dalam serangan udara mematikan, Israel dan AS turut mengebom SD khusus perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Menurut kantor berita Iran, IRNA, serangan itu menewaskan sedikitnya 51 siswi. Araghchi mengatakan para korban semuanya adalah "anak-anak yang tidak bersalah".
Kantor berita Mehr Iran juga melaporkan bahwa setidaknya dua siswi tewas akibat serangan Israel yang menghantam sebuah sekolah di sebelah timur ibu kota, Teheran.
Melaporkan dari Teheran, Mohammed Vall dari Al Jazeera mengatakan tentang serangan terhadap sekolah perempuan tersebut.
“Ada laporan baru yang mengkonfirmasi bahwa jumlah orang yang tewas dalam serangan itu kini telah melampaui 40 orang. Itu adalah target sipil, dan itu adalah salah satu target yang mungkin benar-benar menjadi masalah terkait kampanye oleh Amerika dan Israel, yang mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan target militer dan mereka mencoba untuk menghukum rezim, bukan rakyat Iran."
“Presiden Trump telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan datang kepada mereka, tetapi sekarang kita melihat korban sipil; itu adalah sesuatu yang akan ditekankan oleh pemerintah Iran sebagai kasus pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran,” tambahnya.
Menurut Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Kedokteran Iran, ribuan warga sipil tewas atau terluka, dan infrastruktur publik rusak, selama perang 12 hari AS-Israel pada Juni 2025.
Baca Juga: DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Berita Terkait
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel
-
Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja