Lifestyle / Female
Jum'at, 12 Desember 2014 | 15:25 WIB
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Tak sedikit ibu yang melakoni peran sebagai perempuan karir sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat kerja. Anak-anak juga tak kalah, sederet kegiatan selepas sekolah yang harus dijalani diantaranya les maupun belajar kelompok.

Padatnya kesibukan yang harus dijalani anak dan orangtuanya ini kerap membuat komunikasi merenggang dan kebersamaan dalam keluarga sulit terbentuk. Padahal peran keluarga dan orangtua sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

"Keluarga dan lingkungan memegang peranan 70 persen terhadap tumbuh kembang anak. Keluarga inti punya peranan signifikan dalam perkembangan anak. Nilai-nilai dasar diajarkan orang tua yang memengaruhi perilakunya di masa depan," kata Efnie Inidranie, psikolog anak pada acara Intimate Session bersama OREO "Tingginya Tuntutan Pendidikan pada Anak" di Jakarta, Kamis, (11/12/2014).

Nah untuk tetap menjaga kebersamaan meski dengan waktu yang terbatas, Elfie menekankan pentingnya sentuhan fisik dari orangtua kepada anak. Pelukan atau usapan lembut akan sangat membantu memberikan perasaan aman dan nyaman kepada anak. Apalagi jika pelukan ini dilakukan dalam waktu 20 detik, maka efek yang dirasakan akan berkali lipat. 

"Sentuhan itu tidak bisa dilupakan. Idealnya memeluk anak 8 kali setiap hari. Jika tidak bisa setiap hari, berikan pelukan saat weekend atau hari libur. Bangun kedekatan melalui sentuhan fisik itu akan terngiang-ngiang di anak hingga dewasa," lanjutnya.

Tak hanya pelukan, Efnie juga menyarankan para Ibu agar menggunakan nada suara yang rendah saat berbicara dengan anak.

"Nada suara rendah mengaktivasi gelombang alfa sehingga lebih masuk ke otak anak. Hal ini juga tidak akan memicu keributan karena pembawaan ibu yang tenang," ujar psikolog lulusan Universitas Maranatha ini. Jadi, para ibu, yuk luangkan waktu untuk memeluk putra-putri Anda.

Load More