Suara.com - Matahari yang megintip dari balik Gunung Cikurai, Garut, Jawa Barat semakin meninggi. Hangat sinarnya kami rasakan dari tenda kami di Pondok Saladah, Gunung Papandanyan. Udara dingin akibat hujan yang mengguyur semalaman, masih tersisa. Maka kami tak menyia-nyiakan 'kemewahan' ini.
Bergegas kami menyambangi salah satu tempat favorit di Gunung Papandayan yang berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu.
Hutan Mati. Banyak orang mengatakan, tak lengkap rasanya mendaki Gunung Papandayan jika belum menyempatkan ke Hutan Mati. Sayangnya, air hujan membuat beberapa jalan menjadi berlumpur. Untuk itu, kami memerlukan cukup usaha untuk melewatinya.
Paling tidak, agar tidak terpeleset atau jatuh terduduk karena sepatu kami mengendap lumpur yang cukup dalam.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih selama setengah jam, kami pun mulai melihat apa yang disebut dengan Hutan Mati atau Dead Forest. Batang-batang pohon menghitam berbaris memadati area bekas aliran lahar yang dimuntahkan Gunung Papandayan pada tahun 2002.
Kejadian alam ini rupanya menyebabkan wilayah ini hangus terbakar. Menyisakan ranting-ranting yang mencuat sepanjang batang yang gundul tanpa daun itu, yang berdiri di atas hamparan tanah berkerikil berwarna putih keperakan ditimpa sinar matahari dengan latar hijau perbukitan.
Pemandangam ini membuat saya merinding. Dalam sunyi, saya tenggelam dalam perasaan 'misterius' yang tiba-tiba menyelinap. Pemandangan di sini sangat unik, rasanya seperti sedang berada di film fiksi. Tak menyesal rasanya, berjuang melewati medan berlumpur. Selama beberapa menit saya tak bosan menggumuli pemandangan ini.
Panorama eksotis yang menakjubkan ini lantas tak dibiarkan oleh setiap pendaki untuk mengabadikannya. Beberapa asyik mengabadikan pemandangan yang tersaji di depannya. Adapula yang bergaya memanfaatkan latar belakang Hutan Mati yang indah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut
-
Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1
-
Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum
-
Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor
-
Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare