Setelah hujan mengguyur Ibukota siang itu, saya memutuskan mampir ke sebuah pusat perbelanjaan di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan. Tujuan saya, mencari menu santap siang yang dapat menghangatkan tubuh. Saya pikir, hidangan berkuah hangat rasanya cocok untuk saya coba saat itu. Setelah berjalan berkeliling, mata saya tertuju pada sebuah restoran bertuliskan 'Thai Alley'.
Warna-warna interiornya membuat saya makin penasaran. Mendengar namanya, yang terlintas dibenak saya adalah tentang negara Gajah Putih itu, dan tentu pusat jajanan jalanannya yang terkenal. Thai Alley, menurut Ismail Ocha, sebagai Area Manager, memang mengambil konsep 'Thai Street Food' dengan beragam hidangan khasnya yang sangat nikmat.
Sehingga, tak heran jika interiornya ditata layaknya kedai jalanan di negara gajah putih. Beberapa drum berdiri disudutnya. Beberapa pengunjung terlihat duduk di meja dan kursi dari kayu yang dicat warna-warni, dikelilingi tembok bata telanjang yang sengaja dicorat-coret dengan seni mural bergambar gajah.
"Kesan casual dining lah yang ingin kita sampaikan. Semua kalangan bisa makan di sini, tidak harus rapi, kaku atau formal. Makanya, kita ambil gambaran di jalanan Thailand maupun Bangkok. Selain makanannya yang Thailand banget, kita juga mau kasih suasananya," jelas Ismail mengawali perbincangan siang itu.
Setelah menemani saya menikmati suasana ala jalanan di Thailand, Ismail mengulurkan daftar menu. Di sana tercantum sederet nama makanan unik khas Thailand yang menerbitkan selera.
Salah satunya adalah Tom Yam Talay. Ya, tak lengkap rasanya jika makan di restoran Thailand jika tak mencicipi kelezatan hidangan yang rasanya segar, pedas dan hangat ini. Itu juga yang saya rasakan saat saya ketika menyeruput kuahnya. Sangat cocok untuk cuaca dingin sehabis hujan. Tom Yam Talay berarti Tom Yam seafood. Potongan-potongan besar ikan, udang dan juga cumi yang muncul di balik kuah berwarna oranye itu tampak begitu menggoda. Harga yang Rp105 ribu seporsi, rasanya sebanding dengan rasanya.
Setelah itu, saya mencicipi Neua Manaow. Semacam sate daging dengan bumbu bawang putih dan taburan daun mint dan sayuran kol. Hidangan seharga Rp98 ribu ini terasa pedas dan segar. Dagingnya begitu empuk. Aromanya, hhmm sangat harum dan sangat menggoda kelenjar air ludah!
Tak puas dengan itu, saya memesan seporsi besar Seafood platter. Porsi ini, cocok untuk Anda yang datang berombongan. Karena menu ini memang diperuntukan sebagai sharing food. Potongan cumi bakar, cumi goreng, kerang hijau rebus, ikan kakap merah goreng tepung, dan udang goreng dalam hidangan seharga Rp279 ribu ini. Seafood ini disajikan dengan dua macam saus, yakni saus Bangkok yang terkenal dan saus seafood.
Sebagai penutup, saya memesan Kati Sod Ice Cream. Es krim kelapa dengan topping kacang merah dan kacang tanah. Disajikan langsung di batok kelapa, es krim ini memiliki rasa kelapa yang dominan. Nata de coco sebagai pelengkapnya membuat rasa es krim seharga Rp39 ribu ini begitu nikmat dan segar.
Untuk hidangan yang terakhir ini, mungkin sudah tak asing lagi. Man cham atau singkong Thailand yang dimasak dengan kuah santan. Gurihnya singkong berbaur dengan rasa manis yang samar. Dengan tekstur yang empuk, kenyal dan legit. Sangat pas di lidah. Makanan penutup ini dibandrol Rp42 ribu.
Deretan menu telah saya cicipi, dan rasanya sangat otentik Thailand. Jangan heran, karena menurut Ismail, dari ketiga cabang Thai Alley, restoran ini menyiapkan chef asli Thailand yang mengeksekusi beragam masakan, untuk menghasilkan rasa Thailand yang otentik. Beragam bahan baku yang digunakan juga didatangkan dari Thailand, sehingga rasanya.
"Thai alley pertama buka tahun 2012 di Pacific Place. Mneyusul kemudian di Gandaria City dan Puri Indah Mall. Tahun ini, akan buka nantinya Summarecon Mall Serpong. Dari semua outlet, kami memang menyiapkan chef asli dari Thailand. Total saat ini ada 4 chef," jelasnya.
Ismail menambahkan, Thai Alley sengaja tidak menyesuaikan rasa makanannya dengan lidah orang Indonesia. Karena menurutnya, rasa makanan kedua negara ini hampir sama, yakni banyak memakai rempah, pedas, asam dan segar.
Pilihan hidangan Thailand di sini juga sangat lengkap, mulai dari makanan utama, salad, sup hingga makanan penutup. Ada juga menu pilihan untuk anak-anak, Deknoi Kids Meal yang dibanderol Rp69 ribu. Selain tidak pedas, si kecil juga akan mendapatkan mainan gratis loh!
Berita Terkait
-
Menikmati Keaslian Kuliner Thailand di Jakarta: Dari Khao Soi hingga Khao Nieo Mamuang
-
Tips Meracik Kuah Tom Yam ala Restoran Thai Suki Langsung dari CEO, Wajib Dicoba!
-
Rasakan Sensasi Hidden Gem Jakarta lewat Kuliner Pilihan Lokal ShopeeFood
-
3 Spot Sate Taichan Paling Hits di Jakarta Selatan, Dijamin Ketagihan!
-
Nyobain Misoa Nikmat, Penggemar Mie Yuk Merapat!
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
7 Parfum Aroma Bunga yang Segar untuk Cuaca Panas, dari Produk Lokal sampai Branded
-
Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat
-
Daycare Little Aresha Punya Siapa? Disorot Terkait Dugaan Kekerasan pada Anak
-
AC yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan AC Hemat Listrik untuk Jangka Panjang
-
Sunblock Badan Apa yang Bagus untuk Cuaca Panas? Ini 5 Rekomendasi agar Kulit Tidak Gosong
-
Gaya yang Punya Makna, Fashion Jadi Cara Baru Berbagi untuk Anak Pejuang Jantung
-
Geger Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Sadari 5 Perubahan Perilaku Anak Korban Kekerasan
-
Profil Lo Kheng Hong, Warren Buffet-nya Indonesia yang Mendadak Jual Saham Salim Grup
-
Berkaca dari Kasus Little Aresha Yogyakarta, Ini 6 Cara Cek Izin Resmi Daycare
-
Bukan Sekadar Belanja Kebutuhan, Ternyata Ramadan 2026 Juga Jadi Momen Upgrade Gaya Hidup