Banyak ahli menyarankan tidur minimal delapan jam sehari. Itu berarti, tidur mengambil sepertiga dari hidup kita. Dan kita mulai bertanya-tanya mengapa begitu banyak, dan berapa banyak sebenarnya tidur yang benar-benar kita butuhkan?
Ternyata, jawabannya tak terlalu memuaskan karena tidak ada satu patokan yang tepat yang berlaku umum untuk semua orang. Karena banyaknya tidur yang dibutuhkan benar-benar bervariasi dari orang ke orang.
Anda bisa saja menjadi salah satu dari orang-orang yang sangat jarang mendapatkan benar-benar tidur beberapa jam, atau malah berada di ujung spektrum, apa yang dokter sebut sebagai "tidur panjang, yang mungkin membutuhkan 11 jam semalam.
Penelitian juga menyebut jumlah tidur yang dibutuhkan seseorang berubah seiring dengan bertambahnya usia. Angka tujuh sampai sembilan jam yang direkomendasikan adalah standar untuk orang dewasa. Tapi anak-anak membutuhkan tidur lebih banyak, sementara mereka yang sudah berusia lanjut hanya butuh beberapa jam saja. Bahkan kadang kurang dari empat jam.
Selain perubahan lama tidur, chronotype alami atau jam tubuh, yang menentukan kapan paling nyaman tidur dan terjaga juga berubah seiring bertambahnya usia. Pada anak-anak secara alami cenderung lebih berorientasi pagi. Memasuki masa pubertas, orang cenderung bergeser ke chronotype malam burung hantu. Setelah memasuki usia 20 tahun, akan bergeser kembali ke chronotype sebelumnya.
Untuk mengetahui berapa jam sebenarnya tubuh Anda membutuhkan tidur, para ahli menyarankan untuk mencari tahu dengan membiarkan diri Anda tidur secara alami selama beberapa hari hingga seminggu. Tidurlah ketika Anda merasa lelah dan bangun secara alami. Selama proses ini batasi konsumsi alkohol dan kafein, dapatkan sinar matahari siang hari, dan lakukan olahraga ringan. Dengan cara ini Anda akan menemukan jawaban tentang kebutuhan tidur yang sesuai. (businessinsider.co.id)
Berita Terkait
-
Mengenal Pendekatan Baru untuk Mendapatkan Tidur yang Lebih Nyenyak
-
Kenapa Istirahat Laki-laki Dianggap Kebutuhan, Tapi Bagi Perempuan Itu Kemewahan?
-
Sisi Gelap Hustle Culture: Saat Produktivitas Berubah Menjadi Racun
-
Hustle Culture vs Slow Living: Haruskah Kita Merasa Bersalah Saat Istirahat?
-
Merasa Bersalah Saat Istirahat? Kenali 7 Kebiasaan yang Menandakan Terjebak Survival Mode
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal
-
Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru
-
Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket