Suara.com - Memilih kikil atau kulit sapi yang bebas formalin bisa dilakukan secara manual. Bahkan cara ini juga bisa dilakukan untuk daging ayam dan daging sapi.
Khusus memilih kikil bebas formalin, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Roy Alexander Sparringa mengatakan secara kasat mata bisa terlihat. Kata dia, kikil berwarna putih bersih justru kemungkinan itu mengandung formalin.
"Biar putih biasanya menggunakan tawas atau H2O2 (hindrogen peroksida). Sebab formalin itu sifatnya mengawetkan," kata Roy saat ditemui suara.com di kantor BPOM Pusat di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2015) sore.
Selain itu kikil yang tidak berbau juga kemungkinan menggunakan formalin. "Kalau kita bicara kikil ini memang baru, pemberian formalin itu menghilangkan bau dan mengawetkan. Mengapa proses makan kikil itu lama? Itu untuk perendaman hilangkan bau busuk. Kalau diberikan formalin, baunya hilang lebih cepat," lanjutnya.
"Jadi itu ciri-cirinya. Kalau putih itu mesti curiga. Bau khas kikil itu hilang, itu juga harus curiga. kikil itu bau lho," paparnya.
Kata dia mengkonsumsi kikil berformalin dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker dan merusak ginjal. "Parahnya, ini bahaya untuk ibu hamil. Janin itu terdampak," papar dia.
Pencegahan peredaran makanan berformalin
Roy mengatakan BPOM sudah menemukan makanan dan obat yang tidak layak konsumsi. Namun khusus temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya termasuk jarang.
"Mungkin 2 sampai 3 persen saja. Itu pengawasan kami. Namun di bulan Ramadan cukup banyak ditemukan, seperti di tajil dan makanan siap saji," jelas Roy.
Maka itu BPOM mengklaim sering melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk mengenal makanan berformalin. "BPPOM sudah berapa kali meminta elemen bangsa bisa bergerak. Masyarakat harus dilakukan edukasi. Kami ini ingin masyarakat diberikan haknya untuk bersama-sama menyampaikan hak dan kewajibannya," papar dia.
Berita Terkait
-
9 Bedak yang Tidak Bikin Muka Abu-abu dan Awet Tahan Lama, Sudah BPOM
-
Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya
-
2 Kopi Lokal Berbahaya Temuan BPOM, Mengandung Obat Keras dan Pakai Izin Edar Palsu
-
Apakah Lipstik Timephoria Sudah Halal dan BPOM? Ini Statusnya dengan 3 Varian Paling Tahan Lama
-
Aturan Label Gizi Baru BPOM Dikritik, FAKTA Indonesia Sebut Ada Standar Ganda
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan