- Tren parfum di Indonesia meningkat, diprediksi tahun 2025 didominasi merek lokal dan selera generasi muda.
- Parfum kini dianggap simbol identitas dan ritual personal, bukan lagi sekadar pelengkap penampilan harian.
- Fenomena inilah yang kemudian turut mendorong inovasi di berbagai kategori produk, termasuk perawatan pakaian.
Suara.com - Tren penggunaan parfum di Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, sebagian masyarakat telah menjadikan parfum sebagai bagian dari rutinitas harian. Data Google Trends dan berbagai laporan industri kecantikan dalam beberapa tahun terakhir pun mencatat lonjakan minat serta pencarian terhadap produk wewangian. Tahun 2025 bahkan disebut sebagai momentum penting bagi industri parfum, ditandai dengan dominasi brand lokal, selera generasi muda yang semakin adaptif terhadap tren global, hingga maraknya berbagai event bertema fragrance.
Peningkatan minat ini menandakan perubahan cara masyarakat memaknai wewangian. Parfum tak lagi sekadar pelengkap, tetapi telah berevolusi menjadi simbol identitas dan bagian dari ritual personal yang mendukung penampilan sehari-hari.
Karina Mandala, Fine Fragrance Perfumer, menjelaskan bahwa pergeseran ini mencerminkan kebutuhan konsumen akan aroma yang lebih berkarakter dan berkelas.
“Parfum kini bukan lagi sekadar wangi, tetapi juga simbol identitas dan ritual yang mendukung penampilan sehari-hari. Bahkan, saat ini semakin banyak orang mencari karakter wangi mewah dengan kualitas kelas dunia agar dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam beraktivitas,” ujarnya saat ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Hal senada juga datang dari kalangan publik figur. Aktris sekaligus penyanyi Caitlin Halderman menilai bahwa wangi kini menjadi bagian penting dari ekspresi diri dan rasa percaya diri.
“Menurutku parfum bukan lagi sekadar pelengkap penampilan, melainkan cara mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri. Wangi kelas dunia tidak hanya bisa kita dapatkan dari produk perawatan tubuh saja, tetapi sekarang juga bisa dimulai dari pakaian yang kita gunakan setiap hari,” ungkapnya.
Inovasi ini sekaligus menegaskan bagaimana tren parfum tidak lagi terbatas pada botol semprot di meja rias, melainkan telah merambah ke berbagai aspek gaya hidup—termasuk pakaian yang dikenakan sehari-hari.
Fenomena inilah yang kemudian turut mendorong inovasi di berbagai kategori produk, termasuk perawatan pakaian. Jika sebelumnya pengalaman wangi mewah identik dengan produk perawatan tubuh, kini sensasi serupa mulai dihadirkan sejak tahap mencuci pakaian.
Dan melihat perkembangan tersebut, WINGS Group Indonesia melalui lini perawatan rumah tangga menghadirkan inovasi berupa rangkaian perawatan pakaian berparfum konsentrat, yaitu SoKlin Eau de Parfum. Produk ini dirancang untuk menghadirkan sensasi world-class luxury perfume yang dapat dirasakan sejak proses mencuci dan bertahan lama saat pakaian dikenakan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Elegan untuk Buka Bersama
Head of Fabric Care Category WINGS Group Indonesia, Joanna Elizabeth Samuel, menyebut bahwa perubahan preferensi ini menjadi pendorong utama lahirnya inovasi baru.
“Preferensi konsumen saat ini semakin mengarah pada produk yang praktis namun tetap memiliki nilai tambah. Dalam memilih detergen, konsumen tidak lagi hanya mencari daya bersih, tetapi juga manfaat lebih seperti formula 3 in 1 dan wangi yang lebih tahan lama,” jelasnya.
Dari sisi industri, pasar detergen di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif. Konsumen kini tidak hanya mencari daya bersih, tetapi juga nilai tambah seperti formula praktis, wangi tahan lama, dan harga yang tetap terjangkau.
SoKlin Eau de Parfum sendiri hadir sebagai rangkaian lengkap yang mencakup detergen bubuk (concentrated perfume powder detergent), detergen cair (concentrated perfume liquid detergent), dan pelicin pakaian (concentrated perfume ironing aid). Ketiga kategori ini dilengkapi dengan teknologi Perfume Lock yang mampu menjaga keharuman parfum mewah berkelas dunia hingga 33 hari, sehingga pakaian tetap wangi tahan lama dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan