Suara.com - Selama ini kita seringkali menyalahkan kurangnya pendidikan seks di sekolah dan mengapa keingintahuan di kalangan remaja tentang seks seperti tak berujung.
Nampaknya kita harus berhati-hati, karena mitos tentang seks pun telah merajalela dalam pikiran mereka.
Kita semua juga pasti telah menyadari adanya kebingungan, yang berlaku pada remaja dan seberapa cepat informasi salah menyebar seperti api liar.
Untuk itu, saat ini Anda harus mulai mengetahui mitos-mitos umum tentang seks yang telah menyebar dikalangan remaja untuk membantu mencerahkan baik remaja itu sendiri maupun orangtua.
1. Saya aman dari kehamilan, karena tidak ada penetrasi
Kehamilan dapat terjadi bahkan ketika pasangan ejakulasi atau pra-ejakulasi di dekat atau di vulva Anda. Terlepas dari kenyataan bahwa Anda melakukan hubungan seks vaginal atau tidak, bertelanjang sambil kontak tubuh di sekitar daerah ini tetap bisa menyebabkan kehamilan.
2. Saya tidak bisa hamil jika sedang menstruasi
Jika Anda melakukan hubungan seks vaginal saat Anda menstruasi, Anda tetap bisa hamil. Sperma bisa hidup mulai dari satu hari hingga satu minggu di dalam rahim. Ini berarti sperma bisa membuahi sel telur ketika Anda berovulasi. Selain itu, berhubungan seks saat sedang menstruasi membuat Anda harus menggunakan kondom, karena ini merupakan salah satu cara yang telah terbukti untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.
3. Mencuci vagina segera setelah berhubungan, saya tidak akan hamil
Meskipun Anda mencuci vagina dengan air panas, air dingin, larutan sabun atau shampo, sperma adalah perenang yang sangat cepat dan bisa mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan bahkan sebelum mata Anda sempat berkedip. Secara ilmiah, mencuci daerah vagina Anda setelah berhubungan seks tidak akan mencegah kehamilan.
4. Saya tidak bisa hamil saat melakukan seks pertama kalinya
Seorang gadis bisa hamil kapanpun setiap kali dia berhubungan seks, terlepas dari fakta bahwa itu adalah pertama kalinya dia atau tidak. Dan sejauh usia seorang gadis yang bersangkutan telah mengalami masa subur pada masa remajanya. Dengan demikian adalah suatu keharusan baginya, untuk menggunakan alat kontrasepsi yang dapat diandalkan.
5. Seorang perawan harus berdarah saat pertama kali melakukan hubungan seksual
Seorang perempuan tak harus berdarah setelah melalukan hubungan seksual pertamanya. Hal ini penting untuk dipahami bahwa perempuan berdarah, ketika mereka memiliki suatu kebiasaan yang membuat selaput dara mereka robek sebelum melakukan hubungan seks. Selaput dara dapat dengan mudah robek oleh aktivitas fisik yang berat seperti bersepeda, berlari atau berenang. Jadi, untuk membuktikan bahwa perempuan itu perawan, tidak bisa dilihat dari berdarah atau tidak saat pertama kalinya melakukan hubungan seksual.
6. Masturbasi salah satu penyebab utama impotensi
Ini adalah salah satu mitos seks paling umum di kalangan remaja. Perlu diketahui bahwa impotensi sama sekali tidak terkait dengan masturbasi. Masturbasi adalah proses yang sehat dan tidak memiliki efek samping apalagi impotensi. (Genius Beauty)
Berita Terkait
-
Film Sihir Tanah Kubur Berhasil Mengubah Mitos Lokal Jadi Teror Mengerikan
-
Stunting yang Dipelihara: Saat Mitos Gizi Lebih Dipercaya daripada Sains
-
Fenomena Lucky Charm Saat Nonton Piala Dunia, Mitos atau Efek Psikologis?
-
Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!
-
Film Pendek Singsot, dari Mitos Menjadi Mimpi Buruk
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan