Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa satu dari dua puluh mahasiswa bekerja sebagai pekerja seks untuk membiayai kuliah mereka, membiayai gaya hidup atau membayar utang.
Penelitian ini dilakukan oleh Universitas Swansea, Inggris terhadap mahasiswa di Inggris. Jenis pekerjaan tersebut meliputi prostitusi hingga seks melalui internet.
Dari basil penelitian yang bertajuk the Student Sex Work ini, Swansea menyarankan agar pihak universitas memberikan lebih banyak dukungan kepada para mahasiswa di Inggris.
Doktor Tracey Sagar, yang memimpin penelitian ini menyatakan,”Kami memiliki bukti yang cukup jelas bahwa mahasiswa banyak yang bekerja di industri seks di seluruh Inggris.”
Kebanyakan dari para pekerja seks mahasiswa ini merahasiakan pekerjaannya karena adanya stigma sosial dan takut akan dihakimi oleh keluarga dan teman-teman mereka. Lebih banyak lelaki ketimbang perempuan yang melakukan pekerjaan ini.
“Kami juga menyadari bahwa tidak semua mahasiswa merasa aman atau aman dalam bidang pekerjaan ini. Penting bagi universitas untuk mengetahui kondisi ini dan membantu para mahasiswanya,” ujar Sagar.
Penelitian ini mellibatkan 6.750 mahasiswa. Dalam penelitian tersebut, sebanyak 5 persen lelaki menyatakan menjadi pekerja seks dan perempuan yang melakukan ini hanya 3 persen. Sementara total 22 persen responden menyatakan akan mempertimbangkan untuk menjadi pekerja seks.
Hampir dua pertiga responden mengungkapkan bahwa motivasi mereka adalah untuk mempertahankan gaya hidup sementara sebanyak 56 persen menyatakan untuk membiayai hidup sehari-hari. (Guardian)
Berita Terkait
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?