Lifestyle / Female
Selasa, 05 Mei 2015 | 18:03 WIB
Ilustrasi keluarga (shutterstock)

Suara.com - Jumlah keluarga modern di Indonesia saat ini semakin meningkat di mana setiap anggota keluarga memiliki kesibukan dan aktivitas masing-masing.  Banyaknya kegiatan dan aktivitas seperti ini menjadikan sebuah keluarga kehilangan banyak kebersamaan dan momen istimewa bersama. Buntutnya, kedekatan satu sama lain pun makin berkurang.

"Kini semakin banyak seorang ibu yang hadir dengan peran ganda, ayah sibuk dengan pekerjaannya, sementara anak-anak juga dipenuhi dengan kegiatan yang sangat beragam, mulai dari sekolah, kegiatan ekstrakulikuler hingga hobi," jelas Psikolog Keluarga Efnie Indrianie, MPsi dalam acara Peluncuran Wall's Tim Tam Choco Blast, di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, pada Selasa (5/5/2015).

Jika hal ini terus menerus terjadi, lanjut Efnie, maka akan tercipta gap atau kekosoangan saat berinteraksi di rumah. Hal ini patut dihindari atau diwaspadai agar komunikasi dan keharmonisan keluarga tetap terjaga.

Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang ibu sebagai pengayom keluarga untuk menciptakan berbagai bonding moment atau saat bersama dengan anggota keluarga setelah seharian beraktivitas.

Salah satunya adalah dengan mengambil dari kearifan lokal Indonesia, yakni makan atau minum teh bersama. Sejak dulu, kata dia, kita semua tahu, bahwa peran seorang ibu di rumah ialah menyuguhkan suatu masakan hasil karyanya untuk keluarga, mulai dari kudapan ringan seperti pisang goreng atau masakan lezat lain.

"Itu yang dinamakan oral period, yang sejak dulu bisa didapatkan dari ASI. Tapi sekarang, oral period juga bisa didapatkan dari makanan buatan ibu," jelas Efnie.

Oral period disebut sebagai simbol kasih sayang, titik awal dari pembentukan ikatan di antara keluarga.

"Dengan melakukan ini, efeknya anggota keluarga bisa lebih mendapatkan keterikatan emosional yang kuat dengan ibunya. Proses pemberian makan adalah proses untuk membangun ikatan emosional yang baik," imbuhnya.

Cara ini juga dapat dijadikan pancingan sebagai awal berbagi cerita dengan anak agar tak terkesan menginterogasi. Ketika anak dapat mengungkap perasaannya, stres akan menurun dan secara tidak langsung akan meningkatkan prestasi belajarnya.

Load More