Suara.com - PT Sriwijaya Air group memberlakukan satu tiket untuk dua maskapai dalam melayani rute Jakarta-Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), setiap hari yang penerbangan perdananya dibuka pada, Sabtu (30/5/2015).
"Kami memberlakukan penggunaan satu tiket untuk dua maskapai yaitu Sriwijaya Air dan Nam Air yang merupakan anak perusahaan penerbangan nansional itu," kata Senior Manager Corporate Comunication PT Sriwijaya Air Group Agus Soedjono, di Lubuklinggau, Rabu (6/3/2015).
Ia mengatakan, khusus melayani Jakarta-Lubuklinggau dipercayakan pada maskapai Nam Air yang sebelumnya akan dilayani Sriwijaya Air, karena ada perubahan manajemen dalam group PT Sriwijaya Air untuk pelayani rute baru itu.
Pesawat Nam Air menggunakan armada jenis Boeing 737 500 dengan kapasitas 199 penumpang, perubahan itu menimbulkan keraguan di tengah masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya.
Namun setelah dijelaskan bahwa maskapai Nam Air adalah anak group PT Sriwijaya Air, maka calon penumpang dari Bandara Silampari, Lubuklinggau itu memahami hingga saat ini berjalan lancar.
"Kami sudah menjelaskan kepada masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya bahwa maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air adalah sama dan diberlakukan pada semua jurusan," katanya.
Dalam penggunaan satu tiket bersama itu secara eksplisit bahwa Nam Air dan Sriwijaya Air adalah sama, baik wadah besar organisasinya maupun kategori bisnis penerbangan yang dimilikinya medium service.
Agus menjelaskan, maskapai Nam Air sudah beroperasi sejak 11 November 2013 yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air, saat ini maskapai itu memiliki sepuluh armada boeing 737 500 dengan pelayanan medium service persis seperti Sriwijaya Air.
Rute yang dilayani maskapai Nam Air saat ini antara lain Pontianak, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Waingapu, Maumere, Kupang dan terbaru Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
"Kami mengharapkan pelanggan tak perlu khawatir akan pelayanan Nam Air dan Sriwijaya yang menerapkan satu tiket itu, karena tidak akan terjadi pada penumpang menjadi turun kelas bila menggunakan rute sama dari dua maskapai tersebut," jelasnya.
Sementara, Direktorat Angkutan Udara Manajemen Nam Air Tridanarsih menyebutkan pada penerbangan perdana pesawat Nam Air tidak ada kendala, meskipun berbagai proses penerbangan sempat tertunda.
Akibat pada master plan Sriwijaya Air dalam jangka panjang sebelumnya tidak memasukkan Kota Lubuklinggau sebagai salah satu daerah sasaran yang akan dilayani.
Sedangkan rute penerbangan dari awal harus terlebih dulu mengajukan izin, itulah sebabnya mengapa ditetapkan Nam Air sebagai pesawat bakal beroperasi di Lubuklinggau setiap hari.
Untuk mengajukan rute penerbangan setiap hari, kata Agus, salah satu syaratnya yakni harus sudah ada penerbangan sebelumnya, jika belum ada maka harus pengembangan terlebih dahulu dan sudah terpenuhi baru diperbolehkan.
Salah seorang warga Kota Lubuklinggau Tohirin mengatakan masyarakat kota setempat dan kabupaten sekitarnya meragukan penggunaan satu tiket untuk dua maskapai, yaitu PT Sriwijaya Air dan Nam Air setelah melayani rute Jakarta-Lubuklinggau pekan lalu.
"Kami awalnya betul-betul ragu atas pemberlakukan satu tiket pesawat untuk dua maskapai, karena belum pernah berlaku pada manajemen penerbangan selama ini," jelasnya.
Tohirin mengatakan atas pemberlakuan tersebut jangan sampai merugikan penumpang di wilayah Kota Lubuklinggau, Musirawas, Kabupaten Musirawas Utara dan kabupaten tetangga di luar Provinsi Sumatera Selatan.
Mudah-mudahan pelayanan penerbangan Jakarta-Lubuklinggau-Kota Palembang saat ini berjalan lancar, karena potensi penumpang dari wilayah itu cukup besar, selama ini mereka menggunakan jasa penerbangan dari Bengkulu, ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
6 Sabun Cuci Muka Niacinamide yang Mencerahkan, Wajah Kusam Jadi Glowing Sesuai Review
-
Siapa Setya Budi Dias Oktavianto? Staf KPK yang Terlibat Kasus Korupsi Bupati Pemalang
-
Bobotoh dan Jakmania Wajib Baca! Marc Klok Kirim Pesan Tegas Jelang Timnas Indonesia vs Timor Leste
-
Cara Merawat Pintu Mobil Keluarga Sliding Door, plus 10 Opsi Mulai 50 Jutaan Kabin Luas
-
Pajak Ada di Mana-mana, Kapan Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Kita Semua?
-
Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi
-
6 Manfaat Testosteron Menurut Androlog, Tidak Cuma Soal Gairah Seks
-
Anggaran Wisata Religi Bandar Lampung jadi Sorotan BPK
-
Polisi Tutup Kasus Kim Soo Hyun, Tuduhan Eksploitasi Anak Tak Terbukti
-
Seoul Busters: Ketika Tim yang Dianggap Gagal Mengajarkan Arti Kerja Sama