Suara.com - Tinggi badan merupakan indikator pertumbuhan anak yang ditandai dengan pertambahan massa tulang dan otot. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak, ada tiga hal yang harus diperhatikan orangtua, yakni pemenuhan nutrisi, menjalani aktivitas fisik, dan mendapat istirahat yang cukup.
Hal ini diungkapkan oleh Astri Kurniati, ST, MAppSc selaku Nutrition and Health Science Manager dari Nutrifood Research Center. Terkait nutrisi, Astri mengingatkan agar orangtua memperhatikan kandungan zat gizi yang terdapat dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi anak.
Salah satu zat gizi yang erat kaitannya dengan pertumbuhan tinggi badan adalah kalsium. Kalsium merupakan mineral penyusun tulang paling besar. Oleh karena itu, anak-anak dan mereka yang telah berusia lanjut tetap harus memenuhi kebutuhan kalsiumnya.
"Puncaknya pada masa remaja atau puber di mana pertumbuhan tinggi badan paling optimal. Sehingga anak-anak dan remaja harus menabung kalsium dengan rutin mengonsumsi makanan dan minuman mengandung kalsium," paparnya di sela-sela Talkshow 'Tumbuh Tinggi Gapai Mimpi bersama HiLo' di Jakarta, Selasa (16/6/2015).
Susu, menurut Astri merupakan sumber kalsium yang paling mudah dijumpai. Untuk segelas susu, Ia menyebut kandungan kalsiumnya setara dengan mengonsumsi setengah kilogram brokoli atau seperempat kilogram bayam.
"Tapi pilih susu yang rendah lemak, karena kalau yang full cream kandungan lemak nya bisa mencapai 3 kali lipat dari susu full cream. Tentunya ini bisa memicu obesitas pada anak," imbuhnya.
Selain nutrisi, Astri juga mengingatkan orangtua untuk tidak membatasi anak melakukan aktivitas fisik, seperti berolahraga. Di masa pertumbuhannya, anak yang bergerak aktif memiliki pengaruh terhadap tinggi badannya.
"Ada sebuah penelitian yang menyebut kalau anak yang bergerak tinggi badannya 7.6-10 persen lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak bergerak," imbuh Astri.
Terakhir, jangan lupakan pentingnya istirahat untuk anak. Menurut Astri, durasi tidur yang kurang dapat memicu penurunan kepadatan tulang pada anak.
Berita Terkait
-
Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis
-
Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya
-
Bos Bali United Bongkar Alasan Gelontorkan Dana Segini Demi Rekrut Anak John Herdman
-
UPH Festival 2026 Ditutup, Mahasiswa Baru Diajak Menemukan Panggilan dan Membawa Dampak
-
BRImo Beri Cashback 30 Persen Pembelian Tiket JCO Run 2026, Segera Klaim Sekarang!
-
Duduk Seharian di Depan Layar? Ini Cara agar Tetap Aktif Tanpa Harus ke Gym
-
Fathimah Azzahra Semprot Polisi di Plaza UOB: Jangan Provokasi Massa dengan Mobil Komando!
-
Anggaran Subsidi Energi Naik di RAPBN 2027, Program B50 Dinilai Belum Sukses
-
Yaqut Tantang KPK Buktikan Soal Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Kuota Haji
-
Ada Demo Mahasiswa, Pengguna Transjakarta Harap Simak! Koridor 1 hingga Rute 9D Alami Perubahan