Suara.com - Komunitas penghayat kepercayaan Pahoman Sejati di kawasan Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merayakan tahun baru berdasarkan kalender Jawa kuno, untuk mendoakan tercapainya kesejahteraan masyarakat dan keselamatan seluruh Bangsa Indonesia.
Doa yang dipimpin oleh sesepuh Pahoman Sejati, Ki Rekso Jiwo di Pendopo Padepokan Seni Budi Aji di Dusun Wonogiri Kidul, Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Kamis malam itu, berlangsung secara takzim dengan diikuti sekitar 70 penganut aliran kepercayaan tersebut.
Mereka, baik perempuan maupun laki-laki, yang mengikuti rangkaian persembahyangan tersebut, umumnya mengenakan pakaian adat Jawa dengan dominasi warna serba hitam.
"Kita bersama pada kesempatan ini selain melestarikan tradisi budaya Jawa juga berdoa untuk keselamatan seluruh bangsa," kata Ki Rekso dalam bahasa Jawa.
Ia juga mengajak masyarakat untuk saling menghormati, mengembangkan sikap rendah hati, dan memperkuat semangat persaudaraan serta kekeluargaan.
"Manusia harus rendah hati, manusia tidak sempurna, harus saling tolong-menolong," katanya.
Tahun baru dalam perhitungan kalender Jawa kuno mereka, yakni pada 1 Bodrowarno 6417 Jawa Respati atau bertepatan dengan 18 Juni 2015, sedangkan pergantian tahun berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB.
Berbagai sesaji dalam rangkaian perayaan yang berupa doa ritual dan kirab budaya tersebut, antara lain berupa gunungan jenang bodrowarno, gunungan palawija, tumpeng, ingkung, ancak buangan, buah-buahan, dupa, kemeyang, dan kembang mawar warna merah serta putih.
Rangkaian ritual juga ditandai dengan pembacaan geguritan karya Ki Rekso Jiwo, masing-masing berjudul "Nglacak" dan "Sasi Bodrowarno", oleh seorang penghayat bernama Sukisno.
Ketua I Pahoman Sejati, Kikis Wantoro mengatakan perayaan juga menjadi momentum para penghayat kepercayaan tersebut, untuk merefleksikan kehidupan masa lalu agar bisa membangun kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.
"Segala kekurangan pada masa lalu, menjadi bahan refleksi untuk perjalanan hidup ke depan. Harapannya kita semua beroleh keselamatan, kemudahan mendapatkan rejeki, dan ketenteraman keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara," kata Kikis yang juga pengelola Padepokan Seni Budi Aji itu.
Mereka kemudian melakukan kirab dengan berjalan kaki di dusun tersebut sambil mengusung berbagai sesaji, gunungan palawija, dan jenang bodrowarno. Sepanjang tepi kanan dan kiri jalan dusun itu, dipasangi cukup banyak obor sebagai lambang penerangan hati manusia.
"Semoga perjalanan hidup ke depan ini mendapat pepadhang (terang) dari Tuhan Yang Maha Esa," katanya ketika menjelaskan tentang makna ritual obor tersebut.
Rangkaian perayaan selama dua hari (17-18 Juni 2015) tersebut, antara lain berupa pentas kesenian rakyat, pembacaan mocopat, pergelaran ketoprak, prosesi pengambilan air di Sendang Tirta Nirmala di kawasan Gunung Merapi, bakti alam berupa larung sukerto, merti jiwo, sarasehan budaya, dan pentas wayang kulit oleh dalang Ki Harsono dari Muntilan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Detektif Jubun Bongkar Rahasia Gelap Money Game Syariah: Waspada Riba Berkedok Surga
-
5 Water Heater Low Watt Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga Minimalis
-
5 Cushion Anti Keringat untuk Pekerja Kantoran, Makeup Tetap Fresh dan Tak Luntur
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis