Suara.com - Stres bikin tubuh tak sehat, mungkin sudah banyak orang yang mengetahuinya. Tetapi stres mengakibatkan berat badan membengkak, belum banyak orang yang menyadarinya.
Tak bisa dibantah lagi, ngemil menjadi cara banyak orang untuk melarikan dari kondisi yang menekannya. Sebuah survei juga menunjukkan 44 persen orang yang stres melarikan diri pada makanan. Dan, mereka tak sekadar makan tetapi makan secara berlebihan sehingga berat badan pun membengkak.
Fakta lainnya adalah, stres fisiologis bisa mengubah cara tubuh bekerja. Dan jika ini terjadi akan lebih sulit untuk menurunkan berat badan. Sering, stres berkembang menjadi di luar kendali. Jadi bagaimana seseorang bereaksi terhadap stres, menjadi hal yang penting.
Adrenalin.
Hubungan antara stres dengan kenaikan berat badan terletak pada kinerja kelenjar adrenalin. Tugas dasar dari kelenjar ini adalah untuk 'memproses' semua sumber daya dalam tubuh ke dalam 'fight or
flight' mode dalam menanggapi perasaan 'diserang' atau stres.
Dalam kondisi 'siaga' tinggi, produksi hormon adrenalin dan kortisol akan ditingkatkan. Adrenalin menyebabkan gejala-gejala yang tidak menyenangkan, seperti meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah yang meningkat. Itu yang biasa kita alami saat merasa cemas.
Sementara tingkat kortisol yang tinggi dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti ketidakmampuan untuk menurunkan berat badan (terutama di sekitar daerah perut), kualitas kulit yang buruk, percepatan proses penuaan, masalah pencernaan dan menurunnya kekebalan tubuh.
Di jaman yang makin maju, di mana banyak orang terus menerus dalam kondisi terlalu cemas, terlalu banyak bekerja, kehilangan kesegaran, mengasup makanan yang tak seimbang serta banyak polutan tanpa ada kesempatan untuk menenangkan emosional.
Jadi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi semua ini? Memanfaatkan kekuatan, dan mengerahkannya untuk memecahkan masalah menjadi faktor yang sangat penting. Yang pasti makanan bukan jalan keluar terbaik. (allabaoutyou.com)
Tag
Berita Terkait
-
Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Jadi Pemicu Bau Mulut
-
Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun
-
Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan
-
12 Tips Mengatasi Stres Berdasarkan Zodiak, Cara Gemini dan Scorpio Berbeda
-
Pengaruh Stres Kurang Tidur terhadap Flek Hitam di Wajah, Benarkah Bisa Memicu?
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA
-
Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35
-
Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen
-
Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting
-
Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil