Suara.com - Ada cara baru yang sedang digandrungi orang untuk melawan penuaan, yakni suntik hormon pertumbuhan! Akhir-akhir ini, obat itu dapat dengan mudah dibeli secara viral. Rumor juga mengatakan, sejumlah pemimpin studio dan aktor Hollywood menjalani prosedur ini untuk tetap terlihat muda. Banyak rumah sakit terkemuka yang melayani prosedur ini.
Namun, para ahli mengingatkan bahwa kekuatan hormon ini untuk meremajakan hanya mitos belaka. Bahkan prosedur ini disebut dapat memicu berbagai masalah seperti serangan jantung, diabetes, dan bahkan kanker.
Berbagai teori mengungkapkan tentang hormon pertumbuhan manusia. Menyuntikkan hormon ini diyakini dapat membuat rambut menjadi tebal dan mengkilap, mengencangkan kulit, meningkatkan libido, menguatkan memori dan konsentrasi serta menyuntikkan energi yang tinggi.
Menyuntikkan hormon ini juga disebut dapat melawan kelebihan berat badan dan meningkatkan massa otot. Banyak orang percaya bahwa suntikan hormon pertumbuhan akan membantu mereka terlihat 20 tahun lebih muda.
Namun, rasanya semua ini terdengar terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan. Dokter memperingatkan bahwa apa yang disebut 'obat Peter Pan' ini juga memiliki sisi gelap. Meskipun sejumlah bintang, macam Sylvester Stallone dan Nick Nolte dengan bangga mengaku mereka telah mengikuti prosedur suntik hormon untuk meremajakan diri, ternyata cara ini juga masih menyimpan efek samping yang berbahaya.
Nyeri otot dan sendi, peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker disebut sebagai efek samping dari prosedur suntik hormon pertumbuhan ini. Di beberapa negara, hormon pertumbuhan manusia termasuk dalam obat kelas C, yang penggunaannya adalah ilegal. Dokter dapat meresepkan itu, tapi dalam keadaan yang sangat spesifik dan untuk penyakit tertentu.
Selain itu, ilmu pengetahuan juga masih belum memiliki bukti kuat tentang hormon pertumbuhan bersifat antipenuaan. Percobaan pada orang tua, yang dilakukan beberapa dekade yang lalu, tampaknya telah membuktikan hal ini, tapi kemudian, percobaan ini dinyatakan tidak sah. Seluruh upaya selanjutnya untuk menggunakan hormon pertumbuhan sebagai sarana peremajaan selama studi klinis independen pun gagal. (geniusbeauty.com)
Berita Terkait
-
Hempas Kulit Keriput Sedari Dini, Ini 7 Rekomendasi Body Lotion Anti-Aging Terbaik di Indomaret
-
Rahasia Tetap Glowing Tanpa Penuaan Dini, Gen Z Harus Tahu
-
4 Rekomendasi Krim Antiaging Bagus untuk Pemakaian Sehari-hari
-
Kopi Bikin Awet Muda? Studi Harvard Buktikan Manfaat Tak Terduga
-
7 Paket Skincare Anti-Aging Bikin Kamu Awet Muda: Wardah hingga Viva, Yuk Usir Penuaan Dini!
Terpopuler
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepatu Mirip New Balance 530 Versi Lokal, Terjangkau Mulai Rp100 Ribuan
-
Energi Surya, Pilihan untuk Hidup yang Lebih Hemat Listrik
-
5 Parfum Lokal Sewangi YSL Libre, Aroma Mewah Versi Lebih Murah
-
Daftar Tanggal Merah Long Weekend Januari 2026, Sambut Libur 3 Hari di Awal Tahun!
-
7 Sepatu Salomon Original Promo Gede-Gedean di Planet Sports, Diskon 30 Persen!
-
7 Vitamin Otak Anak Rekomendasi Dokter di Apotek, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
5 Rekomendasi Pelembap Kolagen untuk Wajah Lembap dan Kenyal Mulai Rp17 Ribuan
-
6 Sepatu Ortopedi Ternyaman untuk Kaki Datar, Tidak Bikin Sakit saat Jalan
-
4 Sepatu Lari 910 Nineten Terbaru untuk Lari Jarak Pendek hingga Trail Running
-
5 Ciri Sepatu Lari yang Sebenarnya Tidak Boleh Dipakai untuk Jalan Kaki Lansia, Jangan Asal Pilih